Korupsi e-KTP, KPK Panggil Gubernur BI

No comment 298 views
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan saat terjadinya kasus korupsi pengadaan e-KTP di Kemendagri.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan saat terjadinya kasus korupsi pengadaan e-KTP di Kemendagri.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Penyidik kasus korupsi pengadaan e-KTP menyeret nama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadjojo sebagai saki. Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Agus dalam kapasaitasnya sebagai Menteri Keuangan saat kasus proyek ini bergulir tahun 2011-2012 silam.

Pemeriksaan terhadap Agus merupakan hal yang wajar mengingat proyek ini menelan uang negara yang cukup fantastis, Rp 6 triliun.

“Terkait pendanaan dan pembiayaan e-KTP itu. Ya akan dimintai keterangannya biar penyidik lebih jelas siapa yang bertanggung jawab,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief di Jakarta, Selasa (18/10).

Menurut Laode, penyidik ingin mendalami prosedur dan mekanisme Kemenkeu hingga ‘berani’ meloloskan anggaran Rp 6 triliun untuk proyek Kemendagri itu. Terlebih, duit negara itu di belakang hari menguap Rp 2 triliun.

“Pengajuan dan pencairan anggaran itu tentu sepengetahuan Menke. YMaka perlu Menkeu saat itu perlu ditanyai pandangannya,” kata Laode.

Selain Agus Marto, KPK juga memeriksa sejumlah pejabat dan mantan pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mereka yang dijadwalkan diperiksa yakni, Mahmud, PNS Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemdagri; Elvius Dailami, mantan Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemdagri; Naenunus, Staf Seksi Pengamanan Data Subdit Pengelolaan Data Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemdagri; Ekworo Boedianto, pensiunan PNS; Triyuni Soemartono, mantan Sekretaris Dirjen Administrasi Kependudukan Kemdagri; serta Malyono Mawar, Kepala Biro Administrasi Umum Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Kemarin, lembaga antirasuah memanggil dua tersangka yakni mantan ­Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto yang diperiksa sebagai saksi untuk Irman.

Sugiharto terlihat dating ke gedung KPK dengan menggunakan kursi roda. Pengacara Sugiharto, Kabul Pudjianto menjelaskan, KPK hanya menanyakan kondisi kesehatan Sugiharto pada pemeriksaan ini dan akan diperiksa di kemudian hari.

“Pada prinsipnya dia siap diperiksa, mau minta surat keterangan dokter dulu,” kata Kabul di Gedung KPK, Jakarta. Kabul menyebutkan, Sugiharto kerap jadi pelupa akibat penyakitnya.

KPK menetapkan Irman sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP pada 30 September lalu. Irman diduga bersama-sama dengan mantan anak buahnya, Sugiharto telah melakukan tindakan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan terkait proyek tersebut. Sugiharto sendiri telah menyandang status tersangka sejak dua tahun lalu.

KPK menyangka Irman dan Sugiharto melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiamana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (bs/gbi)