Korupsi P2SEM, Belum Ada Calon Calon Tersangka Baru

oleh
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kelanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) tahun 2008 masih samar. Bahkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pun belum ada kepastian berapa lama penyidikan kasus ini hingga penetapan tersangka baru.

Hingga kini, penyidik Pidana khusus belum memiliki gambaran jelas calon tersangka baru. Penyidik masih perlu mengkroscek keterangan saksi-saksi yang notabennya anggota DPRD Jatim priode 2004-2009.

“Masih panjang (penyidikan, red) ini. Kami harus melakukan kroscek kepada saksi-saksi dari kelompok ini dan lain,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi saat dikonfirmasi, Senin (6/8).

Sejauh ini, penyidik sudah memanggil sejumlah saksi-saksi dari anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 maupun operator penyaluran dana hibah P2SEM senilai total Rp 1,4 triliun.

Didik menyatakan, saat ini penyidik masih perlu waktu untuk kroscek keterangan dari para saksi. Pihaknya pun menegaskan bahwa butuh waktu untuk progres ke penetapan calon tersangkanya.

“Sabar dulu, kami masih butuh kroscek keterangan para saksi dalam kasus ini. Sebab kasus P2SEM ini bukan kasus yang baru, melainkan kasus lama. Butuh waktu untuk itu,” tegasnya.

Hari ini  ada empat saksi yang diperiksa dalam dugaan korupsi P2SEM. Keempatnya yakni, Ahmad Sufiyaji fraksi PKB, Lambortus Lovis Wajong fraksi Golkar, Masjkur Hasjim fraksi PPP dan Cholili Mugi.

“Tapi hanya tiga yang diperiksa, sebab saksi Cholili Mugi meninggal dunia,” tambahnya. Ketiga saksi ini, diperiksa sekitar pukul 09.00 pagi hingga 13.15 WIB.

“Intinya ketiga saksi tadi diperiksa dan diberi sekitar 18 sampai 20 pertanyaan oleh penyidik,” jelas Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung.

Ditanya mengenai siapa lagi saksi yang diperiksa dalam kasus ini, Richard enggan merincikan hal itu. “Untuk siapa saja saksi yang dipanggil besok (hari ini) belum tahu siapa pastinya. Pastinya akan saya kabari jika ada pemeriksaan ini,” ucapnya.

Kasus ini melibatkan tujuh dari 15 anggota DPRD Jawa Timur. Artinya, masih ada 8 anggota dewan lagi yang akan dipanggil secara maraton hingga Kamis lusa.

“Sisanya (diperiksa) maraton. Monggo ditunggu. Ya nanti dilihatlah,” ujarnya.

Hingga kini mereka masih berstatus saksi. Diantaranya ada yang menjabat sebagai anggota dewan di Jawa Timur, ada pula yang aktif sebagai anggota DPR RI.

Tak hanya itu, tujuh anggota dewan yang diperiksa terkait dugaan korupsi P2SEM dan diduga turut menikmati dana tersebut yakni Sudono Sueb dari Fraksi PAN, Achmad Subhan dari PKS, Suhandoyo asal PDI Perjuangan, Mochamad Arif Junaidi dari PKNU, Gatot Sudjito dari Golkar, dan Harbiah Salahudin dari Golkar. Sementara ada satu yang sudah meninggal dunia yakni Suhartono Wijaya dari Demokrat.

Semua yang sudah dipanggil dan yang akan diperiksa merupakan jalur dari dr Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo selaku staf ahli DPRD Jatim saat itu. Sedangkan dr Bagoes merupakan dokter spesialis jantung di RSU dr Soetomo Surabaya yang merupakan otak kasus korupsi dana hibah senilai Rp 277 miliar ini.

Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati Jatim terus mendalami skandal mega korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) tahun 2008. Sampai saat ini Kejaksaan sudah memeriksa enam dari 15 anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 pada Rabu (1/8) dan Kamis (2/8) pekan lalu dalam kaitannya dengan kasus ini. Dan akan berlanjut lagi pekan berikutnya.

Seperti diketahui, dr Bagoes merupakan dokter spesialis jantung di RSU dr Soetomo Surabaya. Dia merupakan otak kasus mega korupsi dana hibah senilai Rp 277 miliar dari Pemprov Jawa Timur di era Gubernur Imam Utomo yang disalurkan melalui 100 anggota DPRD Jawa Timur.

Kemudian, oleh para anggota dewan, dana tersebut disalurkan ke kelompok masyarakat yang salah satu syarat pengajuannya adalah rekomendasi anggota dewan. Medio 2008, skandal mega korupsi ini terbongkar dan 25 orang menjadi terpidana dalam kasus ini. Bahkan, Ketua DPRD Jawa Timur periode 2004-2009, almarhum Fathorrasjid juga dijatuhi hukuman enam tahun penjara oleh PN Surabaya. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *