Korupsi Pembelian Pesawat, KPK Periksa Dua Petinggi PT Garuda

oleh
Bekas Dirut Pt Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar ketika menjalani pemeriksan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelia pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls Royce PLC.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelindikan poenyidikan kasus kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls Royce PLC di PT Garuda Indonesia (Persero). Hari ini, Selasa (27/2) penyidik KPK memanggil dua pejabat PT Garuda Indonesia, Setijo Awibowo dan Achirina sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut Garuda, Emirsyah Satar.

Kedua saksi, Setijo Wibowo menjabat VP Corporate Planning PT Garuda Indonesia Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Achirina merupakan petinggi Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia.

“Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar),” ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (27/2).

Dalam pengusutan kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut serta melengkapi berkas perkara Emirsyah. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tersebut untuk mendalami kontrak jasa konsultasi dalam pengadaan pesawat tersebut.

Selain Emirsyah Satar, tersangka lain adalah Soetikno Soedarjo, Beneficial Owner Connaught International sekaligus Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA). Namun keduanya belum ditahan KPK.

Dalam perkara ini, Emirsyah Satar diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu USD atau senilai total Rp 20 miliar. Ia juga mendapat suap berbentuk benda senilai 2 juta USD yang tersebar di Singapura dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 di PT Garuda Indonesia.

KPK menduga, pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara, Soetikno Soedarjo, selaku beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd yang berlokasi di Singapura. Soektino diketahui merupakan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Rolls Royce oleh pengadilan di Inggris, berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris, sudah didenda 671 juta pound sterling (sekitar Rp 11 triliun). Mereka diduga melakukan praktik suap di beberapa negara. Antara lain Malaysia, Thailand, Tiongkok, Brasil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, dan Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti. KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri. (tan/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *