Korut Punya Bom Nuklir Pemusnah Seluruh Warga AS, Ini Reaksi Trump

Bom Pemunsah Massal: Presiden Korea Utara Kim Jong-un meninjau bom nuklir Electromagnetic Pulse (EMP) yang disebut-sebut bisa memusnahkan seluruh warga AS.

 

GLOBALINDO.CO, WASHINGTON – Presiden Amerikat Serikat Donald Trump semakin waspada dan menyiapkan langkah strategis apabila Korea Utara benar-benar meluncurkan rudal nuklir ke negeri Paman Sam. Sikap kuda-kuda Trump itu menunjukkan naiknya tensi dan kekhawatiran Washington mengingat rudal nuklir rahasia yang terus dikembangkan Korut diyakini bisa memusnahkan seluruh warga AS. Wow!

Apalagi, Korut menegaskan tidak akan berunding hingga mereka mampu menembakkan rudal ke wilayah AS.  Seorang pejabat Korut yang enggan disebut namanya, memastikan komitmen Pyongyang untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu mencapai daratan utama AS.

“Menjangkau seluruhnya hingga Pantai Timur daratan utama AS,” tegas pejabat Korut Seperti dilansir CNN, Selasa (17/10).

Kepada CNN, pejabat Korut itu menyatakan pihaknya saat ini tidak tertarik berdiplomasi dengan AS, setidaknya hingga mereka mampu mencapai target itu. Meskipun, sebutnya, Korut tidak mengesampingkan opsi diplomasi untuk menyelesaikan konflik.

“Sebelum kami bisa terlibat dalam diplomasi dengan pemerintahan (Presiden AS Donald) Trump, kami ingin mengirimkan pesan jelas bahwa DPRK memiliki kemampuan ofensif dan defensif yang bisa diandalkan untuk menangkal agresi apapun dari Amerika Serikat,” ucap pejabat Korut itu merujuk pada nama resmi Korut, Republik Demokrasi Rakyat Korea.

Korea Utara terus menerus menebarkan ketakutan ketika rezim komunis itu menyatakan mereka telah berhasil melakukan uji bom nuklir, yang bisa membuat hulu ledak untuk peluru kendali balistik antarbenua (intercontinental ballistic missiles).

Mirisnya, AS seolah buta terhadap kekuatan lawan. Dua orang ahli nuklir sekaligus mantan anggota Komisi Nuklir EMP (Electromagnetic Pulse) mengatakan pada sebuah komite di Homeland Security, Kim Jong-un kini tengah mempersiapkan serangan bom nuklir EMP (Electromagnetic Pulse) ke AS. Dan pihak pemerintah AS mengaku tidak mengetahui ancaman itu.

Mengutip Independent, pada Selasa (17/10), bom nuklir EMP milik Korut itu diprediksi mampu membunuh 90 persen orang AS dalam satu tahun. Menurut dua orang mantan komisi khusus EMP, Dr. William R. Graham dan Dr. Peter Vincent Pry, senjata itu bisa meledakkan bom hidrogen yang dikirim oleh misil atau bahkan dari satelit di ketinggian 30 hingga 400 km.

“Ledakan itu menciptakan gelombang elektromagnetik yang bisa memutus jaringan listrik seantro AS.” Graham adalah fisikawan dan merupakan penasihat sains di masa Presiden Ronald Reagan dan juga pernah memimpin NASA.

Tak hanya itu, menurut Graham, seluruh perangkat listrik bisa tak berfungsi. Tak ada lampu, tak ada komputer, tak ada telepon, tak ada internet. Bahkan mobil pun tak bisa digunakan.

Dengan lemari pendingin tak berfungsi, akibatnya makanan mudah busuk. Ujung-ujungnya ancaman kelaparan ada di depan mata. Belum lagi akses air bersih, lalu lintas kacau dan transaksi keuangan gagal. Seluruh AS jadi karut-marut yang berakhir dengan kehancuran.

Sementara Pry adalah mantan CIA yang dulunya bertanggung jawab untuk menganalisis Soviet serta strategi nuklir Rusia. Ia sempat menjabat beberapa badan kongres AS terkait keamanan. Dalam pernyataan keduanya, mereka menemukan indikasi bahwa Korut tengah mempersiapkan nuklir EMP sekitar enam bulan lalu.

Ancaman inilah yang dtakuti Trump. Ia pun langsun bereaksi keras terhadap uji misil terakhir Korea Utara mengingat Pyongyang tidak mengindahkan beberapa sanksi peringatan Perserikatan Bangsa Bangsa, yang meminta penghentian program misil mereka.

Saat ini, Trump menyiapkan serangkaian langkah yang bakal diambil jika Korea Utara menyerang dengan rudal balistik. Joe Cirincione, Presiden Ploughshares Fund mengatakan Trump bisa memerintahkan serangan nuklir secepat dia menulis cuitan di Twitter. Trump dikenal getol mencuit berbagai hal termasuk pendapat pribadinya mengenai peristiwa internasional. (cnn/gbi)

Berikut tahapan langkah yang akan diambil Trump jika serangan Korut datang:

  1. Presiden Trump akan Mendapat Ucapan Serangan Masuk
    Perang dengan Korea Utara hanya akan dimulai jika Trump menerima ucapan atas serangan yang akan terjadi, entah dari AS atau dari negara sekutu. Pihak militer yang selalu berada di sisi Presiden akan membuka koper nuklir yang dikenal dengan sebutan football.
    Koper hitam itu berisi rancangan nuklir komando Presiden untuk menghubungi pembantu militer di seluruh dunia.
  2. Presiden Trump mendiskusikan rencananya dengan dua pejabat militer utama.
    Presiden adalah satu-satunya pengambil keputusan namun dia tetap harus berkonsultasi dengan dua orang, yaitu wakil direktur operasi Pentagon yang bertugas di Pusat Komando Militer Nasional dan petugas komando strategis AS.
  3. Presiden Trump mengambil keputusan dan perintah siap dijalankan.
    Untuk memverifikasi perintah, petugas menyebutkan kode rahasia dan Presiden harus menjawab dengan kode yang tercetak di atas kartu yang disebut biscuit.
  4. Kru peluncuran bersiap untuk menyerang
    Kru peluncuran akan menerima rencana yang diverifikasi dan bersiap untuk menyerang. Para petugas akan membuka brankas, memasukkan serangkaian kode, dan membuka kunci untuk meluncurkan misil.
  5. Misil diluncurkan
    Hanya butuh waktu sekitar lima menit untuk peluncuran sebuah peluru kendali balistik antarbenua setelah Presiden memberi perintah. Misil diluncurkan dari bawah laut yang hanya butuh waktu 15 menit. Keseluruhan proses harus cepat mengingat misil yang ditembakkan ke AS bisa sampai dalam waktu 30 menit. Jika Donald Trump mau, AS bisa saja meluncurkan misil sebelum musuh melakukannya. Namun, sepertinya AS masih menahan diri untuk tidak memulai Perang Dunia III.