Korut Siapkan Guyuran Hujan Api ke Amerika Serikat

Salah satu video yang dirilis pemerintah Korut menunjukkan pengeboman kapal induk milik Amerika.

GLOBALINDO.CO, PYONGYANG – Pemerintah Korea Utara (Korut) menyatakan kesiapannya untuk memberikan guyuran hujan api kepada pemerintah Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan langsung Menteri Luar Negeri Korea Utara (Menlu Korut), Ri Yong Ho seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS yang diteruskan The Times, Rabu (11/10/2017) waktu setempat.

Ri juga menuding Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menyalakan sumbu perang dengan Korut. Ri juga mengatakan, Amerika akan menerima pembalasan dengan guyuran hujan api.

(Baca Juga: Kopassus Korut Latihan Menyusup Markas Pasukan Gabungan Korsel-AS)

Ketegangan antara Washington dan Pyongang meningkat dalam beberapa bulan ini karena pemerintahan Trump berusaha mengekang program senjata nuklir dan misil balistik Korut.

Pernyataan Ri merupakan episode terbaru perang kata-kata yang semakin meningkat antara Trump dan rezim Kim Jong Un di Pyongyang.

“Dengan pernyataannya yang berani dan gila di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Trump, … telah menyalakan sumbu perang melawan kami,” kata Ri.

Trump ketika berbicara di depan sidang Majelis Umum PBB pada akhir September 2017 menyatakan pemerintahnya akan menghancurkan Korut jika diserang negara berhaluan komunis itu.

“Kita dapat katakan bahwa Trump telah menyulut sumbu perang terhadap kami dengan mengeluarkan pernyataannya yang militeristik dan penuh khayalan di PBB,” kata Ri kepada TASS.

Menlu Korut itu menegaskan, Amerika Serikat harus bertindak rasional dan berhenti memprovokasi Korut.

Meski begitu, Korut belum menanggapi simulasi tempur yang melibatkan enam jet AS di Semenanjung Korea, Selasa (10/10/2017) malam, bakal dicap Pyongyang sebagai provokasi terbaru Amerika.

Enam jet tempur militer Amerika, termasuk dua pesawat pengebom, terbang di udara Semenanjung Korea sebagai unjuk kekuatan, Selasa malam.

Latihan terbang tersebut boleh dikatakan sebuah provokasi terbaru kepada Korut sekalipun sebelumnya Pemimping Tertinggi Korut, Kim Jong Un, mengancam akan menembaknya. Dua pesawat pengebom supersonik B-1B milik Amerika terlibat dalam simulasi itu.

Sementara Trump telah mempertimbangkan kemungkinan serangan militer terhadap Korut. Karena itu penampilan terbaru enam jet tempur tadi merupakan sebuah unjuk kekuatan terhadap Pyongyang.(kcm/ziz)