Korut Tuding AS Sulut Sumbu Perang

No comment 28 views

Siap Perang: Presiden Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan perang tentaranya yang bersiap menghadapi pasukan gabungan Amerika serikat dan Korea Selatan.

 

GLOBALINDO.CO, PYONGYANG – Korea Utara tak mau dituduh sebagai provokator yang menaikkan tensi di semenanjung Korea. Sebaliknya, Pyongyang menuding Amerika Serikat yang menyulut sumbu perang.

Pernyataan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho untuk menegaskan bahwa Pyongyang menolak negosiasi dalam bentuk apa pun mengenai program pengembangan nuklirnya. Ri Yong-ho mengatakan program nuklir negaranya menjamin perdamaian dan keamanan di wilayah itu dan tidak akan menjadi hal untuk diperdebatkan.

“Dengan pernyataannya yang berani dan gila di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Trump bisa disebut telah menyalakan sumbu perang melawan kami,” kata Ri, seperti yang dilansir Telegraph pada Kamis (12/10).

Ri menegaskan sudah saatnya kedua negara mengakhiri perang polemik dan menggantinya dengan ‘saling menghujani amunisi. (Baca: Korut Siapkan Guyuran Hujan Api ke Amerika Serikat).

“Kita perlu menyelesaikannya dengan hujan api, bukan kata-kata,” kata Ri.

Pernyataan Ri ini merujuk pada pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di PBB pada 19 September 2017.

Saat itu Trump mengancam akan menghancurkan Korea Utara secara total. Trump juga melabeli pemimpin negara komunis itu, Kim Jong Un, sebagai Manusia Roket.

Ri, yang menyebut Trump gila mental setelah pidato PBB, mengatakan Korea Utara akan menang dan menjadi penyeimbang yang layak untuk AS. Pernyataan terbaru Ri itu disampaikan melalui kantor berita Rusia, TASS.

Ia juga mengatakan Korea Utara tidak akan pernah menyetujui setiap pembicaraan di mana senjata nuklir kita akan menjadi subyek perundingan. Hal itu seakan mempertegas kata-kata Trump yang mengatakan pembicaraan damai dengan Korea Utara hanya buang-buang waktu.

Ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena program senjata nuklir dan rudal balistik Pyongyang. Korea Utara telah menguji beberapa rudal dan melakukan uji bom hidrogen yang bertujuan untuk mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat.

Baru-baru ini, pasukan Khusus Korut bahkan telah melakukan latihan khusus untuk menyusup basis Pasukan Gabungan Korsel dan AS. (Baca: Kopassus Korut Latihan Menyusup Markas Pasukan Gabungan Korsel-AS). (tel/gbi)