Kota Petaling Jaya Adopsi Konsep Learning City Surabaya

oleh
Delegasi Kota Petaling Jaya disambut Kepala Sub Bagian Layanan Informasi Humas Pemkot Surabaya, Jefry.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sebanyak 24 orang delegasi dari Pemerintah Kota Petaling Jaya, Malaysia berkunjung ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hari ini, Rabu (18/7/2018). Kedatangan mereka ingin mengadopsi konsep learning city milik Surabaya.

Senior Assistant Director of Information Technology Administration & QRD Jafizatul Azlinda menyampaikan, dasar kunjungan dilakukan karena Kota Petaling Jaya ingin menerapkan konsep learning city atau pengembangan kota secara menyeluruh di negaranya.

Selain itu, pihaknya juga ingin mendapat pengalaman sekaligus mempelajari bagaimana upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperoleh penghargaan best pratice Learning City yang diberikan UNESCO di Cork, Irlandia tahun 2017.

“Jadi kami ingin mendapatkan award semacam itu dengan cara belajar di Surabaya lalu mengaplikasikan di Kota Petaling Jaya,” ujar Azlinda saat meninjau co-workingspace di gedung Siola.

Disampaikan Azlinda, hal spesifik yang ingin diwujudkan Pemkot Petaling Jaya dari Kota Surabaya adalah taman baca dan co-workingspace. Baginya, kedua fasilitas ini sangat baik sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk mengasah bakat dan minatnya utamanya dari segi pendidikan.

“Di Kota Petaling Jaya juga ada tapi lebih ke pusat cyber dan kebanyakan digunakan untuk bermain game, bukan belajar. Nanti kita segera terapkan disana,” ungkapnya.

Dirinya juga mengaku akan menerapkan hal ini di Kota Petaling Jaya dalam waktu dekat. “Kira-kira 1 atau 2 bulan ke depan segera kami terapkan,” tuturnya.

Ke depan, dirinya juga berharap muncul kerjasama antara Pemkot Ketaling Jaya dengan Pemkot Surabaya. “Kami sangat menginginkan kerjasama yang erat antar kedua negara,” imbuh Azlinda.

Setelah mendapatkan ilmu dari Pemkot Surabaya terkait pengembangan kota, Azlinda berharap, seluruh stakeholder terus berkomunikasi dan bekerjasama dalam mewujudkan pengembangan kota yang dihuni sekitar 800 ratus jiwa penduduk ini.

Sebelum mengunjungi co-working space, rombongan delegasi terlebih dahulu singgah ke BLC yang ada di Taman Prestasi, Rumah Matematika, Rumah Bahasa dan Perpustakaan serta Taman Flora.

“Saya kagum dan bangga melihat fasilitas dan taman yang ada di Surabaya,” tandas Azlinda. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *