KPK Akan Jemput Paksa Sespri Wali Kota Batu

No comment 66 views

Masih Misterius: Inilah Lila Widya, Sekretaris Pribadi Wali Kota Batu yang juga tersangka kasus suap, Eddy Rumpoko, yang dua kali mangkir dari panggilan KPK. Saat ini Lila tidak diketahui keberadaannya.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menyiapkan penjemutan paksa kepada Lila Widya, Sekretaris Prbadi Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Lila sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik KPK.

Bahkan saat ini, tenaga honorer Pemkot Batu itu  tidak diketahui keberadaannya. Lila seharusnya memenuhi panggilan KPK pada Kamis (28/9), tetapi dia tidak hadir. Dia kembali mngkiir pada panggilan kedua pada Sabtu (30/9) di Polres Batu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik berharap Lila bisa kooperatif dan hadir memenuhi panggilan penyidik. Jika tidak kooperatif, maka terancam dijemput oleh petugas yang berwenang.

“Karena yang bersangkutan telah dua kali dipanggil dan tidak hadir tanpa memberikan keterangan. Sesuai undang-undang, penyidik dapat melakukan pemanggilan dengan perintah pada petugas untuk menghadirkan yang bersangkutan,” kata Febri, melalui keterangan tertulis, Kamis (12/10).

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko sebelumnya diduga menerima suap Rp 500 juta dari pengusaha bernama Filipus Djap. Suap untuk Eddy diduga terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Batu tahun 2017.

Sekitar Rp 300 juta dari total suap Rp 500 juta itu diduga berupa pembayaran untuk pelunasan mobil Toyota Alphard milik Wali Kota. KPK hanya menyita Rp 200 juta dalam bentuk tunai dari total nilai suap.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Selain Eddy Rumpoko dan Filipus, KPK juga menetapkan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Edi Setyawan, sebagai tersangka. Edi diduga menerima Rp 100 juta dari Filipus terkait proyek tersebut, sebagai fee untuk panitia pengadaan. (kc/nad)