KPK Bidik 34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak Era SBY

Laode M Syarif, Wakil Ketua KPK.

Laode M Syarif, Wakil Ketua KPK (tengah).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik indikasi penyimpangan dalam pengerjaan 34 proyek pembangkit listrik yang “mangkrak” sejak dibangun di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Bidikan ini sejalan dengan fokus KPK saat ini yang sedang mendalami potensi korupsi pada sektor sumber daya energi.

“Proyek-proyek itu ada dalam perhatian KPK. Karena memang KPK fokusnya terhadap sumber daya energi dan itu memang salah satu yang diperhatikan kami,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Jumat (4/11).

Saat ini, KPK masih mempelajari alasan 34 proyek tersebut mangkrak dan tidak selesai tepat waktu.

“Bahkan kajian kami ada untuk proyek energi, termasuk beberapa yang mangkrak. Tetapi saya enggak bisa bilang,” ujar Laode. Jika terbukti ada indikasi korupsi dalam kasus tersebut, KPK akan melakukan penyelidikan.

“Kenapa dia terlantar dan tidak selesai cepat waktu itu yang kami pelajari. Kalau ada laporan dan sebenarnya kita lihat bahwa beberapa proyek itu bermasalah pasti akan kita selidiki,” imbuh Laode.

34 proyek pembangkit listrik era SBY sebelumnya diungkap Presiden Joko Widodo. Presiden menegaskan akan melimpahkan indikasi penyimpangan dalam proyek tersebut ke KPK. Jokowi meminta BPKP menyelesaikan audit itu dan segera melapor kepadanya. (Baca: Jokowi Akan Laporkan Kontraktor Proyek Mangkrak ke KPK, Termasuk 34 Pembangkit Listrik).

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung sempat membocorkan laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menyebutkan ke-34 proyek tersebut telah menghabiskan dana Rp 3,7 triliun. (Baca: Pramono Anung Buka Borok PLN, Proyek Mangkrak Rugikan Negara Rp 3,76 T). (kc/gbi)