KPK: Bupati Ngada Terima Suap Rp 4,1 M untuk Modal Pilgub NTT

oleh
Bupati Ngada NTT, Marianus Sae yang ditangkap KPK.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, Bupati Ngada, Marianus Sae diduga menerima uang suap Rp 4,1 miliar dari proyek jalan senilai Rp 54 miliar. Uang suap itu digunakan Marianus Sae untuk kepentingan Pilgub NTT 2018. Marianus mencalonkan diri sebagai Gubernur NTT melalui PDIP dan PKB.

“Apakah akan dilakukan untuk biaya kampanye, prediksi ya, prediksi tim kita, kemungkinan besar dia butuh uang untuk itu,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, Senin (12/2/2018).

Basaria menyebut, status Marianus sebagai calon Gubernur NTT dipastikan membutuhkan dana yang cukup besar.

“Tapi apakah itu pasti ke sana, kita belum bisa mengatakan itu. Karena kita belum menemukan jalur sesuatu diberikan kepada pihak yang akan melakukan, tim-tim yang berhubungan dengan pilkada tersebut. Tapi prediksi dari tim kita, karena yang bersangkutan balon ya, bakal calon gubernur sudah barang tentu membutuhkan banyak dana,” ucap Basaria.

(Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Ngada Marianus Sae Sebagai Tersangka Suap Proyek Jalan Rp 54 M)

Dalam perkara tersebut, Marianus diduga menerima suap total Rp 4,1 miliar. Uang itu diterima Marianus terkait proyek di Kabupaten Ngada, NTT.

“Total uang, baik yang transfer atau cash, sekitar Rp 4,1 miliar. Itu yang kita ketahui,” ujar Basaria.

Basaria merinci, Marianus diduga menerima Rp 1,5 miliar secara tunai di Jakarta pada November 2017, kemudian menerima transfer Rp 2 miliar pada Desember 2017, kemudian menerima Rp 400 juta secara tunai di rumah dinas Bupati Ngada pada 16 Januari 2018, lalu menerima Rp 200 juta secara tunai di rumah dinas Bupati Ngada pada 6 Februari 2018.

KPK pun telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus ini. Pertama, Marianus sebagai pihak yang diduga menerima, dan kedua, Wilhelmus Iwan Ulumbu yang diduga sebagai pemberi.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *