KPK Geledah Kantor Setda dan Rumah PNS Pemkab Kebumen

oleh
Tim KPK usai menggeledah sejumlah tempat di Kantor Setda dan rumah dua PNS Pemkab Kebumen, kemarin.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan penyidikan kasus suap Bupati Kebumen nonaktif Mohammad Yahya Fuad terkait sejumlah proyek. Tim KPK menggeledah sejumlah tempat, Kantor Setda Pemkab Kebumen dan dua rumah pegawai Pemkab Kebumen.

“Untuk kepentingan pengembangan penyidikan,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (28/2).

Kegiatan itu dilakukan tim penyidik mulai pagi hingga sore kemarin. Dari penggeledahan, disita sejumlah barang yang bisa menjadi bukti kasus.

“Dari ketiga lokasi penyidik menyita sejumlah dokumen,” kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK juga terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Ada 8 saksi yang diperiksa hari ini terkait tersangka Yahya Fuad, Komisaris PT KAK Khayub Muhammad Lutfi, dan Hojin Ansori.

Unsur-unsur saksi itu adalah swasta/pengusaha serta PNS Pemkab Kebumen. Febri menyebut pemeriksaan dilakukan di kantor BPKP Yogyakarta.

“Dari saksi-saksi tersebut penyidik mendalami terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Kebumen dalam APBD Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016,” tutur Febri.

Yahya dijerat KPK bersama-sama dengan rekannya, Hojin Anshori, yang merupakan anggota tim suksesnya pada 2016. Keduanya diduga menerima fee dengan nilai total Rp 2,3 miliar dari pengusaha Khayub Muhamad Lutfi (Komisaris PT KAK).

Kasus ini merupakan pengembangan penyidikan yang dilakukan KPK terhadap operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Oktober 2016. Saat itu, KPK menjerat 6 tersangka, termasuk mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo. (dt/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *