KPK Hibahkan Rumah Djoko Susilo untuk Musem Batik Solo

Inilah penampakan bagian depan rumah milik mantan Kepala Porlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo di Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 70, Laweyan, Solo yang disita KPK kini dihibahkan ke Pemkot Solo untuk dijadikan Museum Batik.

 

GLOBALINDO.CO, SOLO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlakukan dua aset sitaan dari terpidana korupsi mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan bekas Kepala Korlantas Polri Djoko Susilo secara berbeda. Jika rumah milik Luthfi dilelang, KPK malah menghibahkan bangunan milik Djoko Susilo di Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 70, Kelurahan Sondakan, Laweyan ke Pemkot Solo untuk difungsikan menjadi museum batik.

Kepala Bidang Aset, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Solo, Sugiyatno mengatakan rumah tersebut masih dalam kondisi baik. Pihaknya menaksir nilai aset rumah dan lahan mencapai Rp 48 miliar.

Sugiyatno mengatakan serah terima akan dilakukan pada 17 Oktober mendatang. Hibah rumah tersebut, imbuhnya, juga telah mendapat persetujuan Presiden dan Kementerian Keuangan.

“Nanti akan serah terima dari KPK ke Pemkot, sesuai permohonan Pemkot pada Pemerintah Pusat. Tanah dan Bangunan akan digunakan untuk museum batik,” ujar, Rabu (11/10) siang.

Rumah yang berdiri di atas lahan seluas 3 ribu meter persegi itu disita KPK pasca ditetapkannya Djoko Susilo sebagai tersangka dalam korupsi pengadaan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) pada 2012. Pemkot Solo pun kemudian meminta KPK agar dapat mengelola rumah tersebut.

“Kalau sudah diserahkan, untuk sementara seperti listrik dan pemeliharaannya jadi tanggungjawab Bagian Umum Setda, kalau sudah jadi museum baru diserahkan ke OPD terkait,” katanya.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan permohonan untuk pengelolaan rumah tersebut lantaran Pemkot khawatir rumah kuno dengan gaya eropa jawa itu rusak karena tak terawat. Pemkot pun siap memperbaiki rumah tersebut agar terlihat menarik dan bisa dijadikan museum batik.

“Kalau rusak kan biayanya jauh lebih besar lagi. Jadi untuk menghindarkan bangunan itu juga dari kerusakkan,” katanya. (rep/nad)