KPK Jebloskan Ketua DPRD Kota Malang ke Rutan Guntur

oleh
Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono, Kamis (2/11). mengenakan rompi tahanan oranye dan dijebloskan ke Rutan Guntur usai menjalani pemeriksaan sekitar enam jam di Gedung KPK, Kamis (2/11) sore.
Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono, Kamis (2/11). mengenakan rompi tahanan oranye dan dijebloskan ke Rutan Guntur usai menjalani pemeriksaan sekitar enam jam di Gedung KPK, Kamis (2/11) sore.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono, Kamis (2/11). Tersangka kasus suap pembahasan APBD Perubahan 2017 Kota Malang itu dijebloskan ke Rutan Pomdam Jaya Guntur sekitar pukul 17.30 WIB.

Penahanan itu dilakukan sesudah Arief menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta Selatan, mulai pukul 10.30 WIB siang hingga sekitar pukul 17.00 WIB baru keluar dari ruang pemeriksaan. Arief yang memakai rompi warna oranye bertuliskan tahanan KPK, terlihat kelelahan sesudah menjalani pemeriksaan sekitar enam jam.

Sebelum masuk ke mobil tahanan yang sudah menunggu di halaman Gedung KPK, dia mengatakan siap menjalani proses hukum atas kasus yang menjeratnya. “Nggak apa-apa, saya jalani saja proses hukumnya,” ujar politisi PDI Perjuangan itu, Kamis (2/11) sore.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Mochamad Arief Wicaksono akan ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Arief Wicaksono ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi. Pertama, Arief disangka menerima suap Rp 700 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono.

Edy juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Uang suap dari Edy diduga untuk memuluskan pembahasan APBD Perubahan Kota Malang, tahun anggaran 2015.

Sedangkan kasus kedua, Ketua DPRD Kota Malang diduga menerima hadiah atau janji berupa uang Rp 250 juta, dari Hendrawan Maruszaman Komisaris PT ENK yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pemberian itu diduga terkait proses penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang senilai Rp98 miliar, dalam APBD Kota Malang tahun anggaran 2016. Atas perbuatan yang disangkakan, Arief Wicaksono terancam pidana penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat 4 tahun, dan paling lama 20 tahun penjara. (sus/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *