KPK Kembali Cekal Dua Orang Saksi terkait Andi Narogong

Pasutri Dicekal: Inayah dan suaminya Andi Narogong yang menjadi tersangka kasus suap proyek e-KTP. Inayah yang berstatus saksi untuk suaminya kini telah dicekal KPK.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menetapkan pencegahan terhadap  dua orang untuk bepergian ke luar negeri terkait skandal korupsi proyek e-KTP. Keduanya berstatus saksi yakni Raden Gede dan  Inayah, istri tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pengajuan cekal ke Ditjen Imigrasi sudah diajukan pada Kamis (6/4). Pencegahan berlaku selama enam bulan ke depan.

“Dua orang ini adalah pihak swasta,” kata, di Gedung KPK, Jakarta, Senim (10/4). (Baca: KPK Periksa Tiga Pejabat Kemendagri dan Pihak Swasta untuk Tersangka Andi Narogong).

Menurut Febri, pencegahan ini sebagai tindak lanjut dari penggeledahan dua rumah di Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/3). Saat itu, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan dua mobil mewah, Velfire dan Range Rover. (Baca: KPK Sita Dua Mobil Milik Mewah Andi Narogong).

“Penyitaan dokukem terkait dengan keuangan yang tentu diindikasin terkait dengan tersangka dan juga ada dua mobil yang kami sita,” kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya telah meminta pencegahan untuk sembilan orang. Pencegahan dilakukan untuk terdakwa mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

Andi Agustinus atau Andi Narogong ditangkap pada Kamis (23/3). Ia menjadi orang ketiga yang diproses KPK dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun. (Baca: Empat Kali Transaksi Suap e-KTP, Andi Narogong dan Sugiharto Utus Kurir).

Duit yang dibagikan Andi kepada pejabat Kemendagri dan anggota DPR diduga mencapai triliunan rupiah. (Baca: Dakwaan KPK, Andi Narogong Sebar Duit e-KTP Ratusan Miliar ke Parpol).

Pengusaha yang menjadi broker proyek e-KTP itu diduga pernah melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat Kemendagri, anggota DPR, dan pengusaha untuk membahas anggaran proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. (Baca: Setnov Ngaku Dua Kali Bertemu Andi Narogong Bahas Bisnis Atribut Partai dan Dua Terdakwa Kasus e-KTP Pernah Temui Novanto dan Andi Narogong di Hotel).

Dalam perkara ini, Andi disangka dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (kc/gbi)