KPK Kembali Periksa Akil Mochtar untuk Tersangka Bupati Buton

Mantan Ketua MK, Akil  Mochtar (kiri) bersaksi di depan penyidik KPK untuk tersangka kasus suap pengurusn sengketa Pilkada Buton 2011, Bupati Samsu Samiun (kanan).

Mantan Ketua MK, Akil Mochtar (kiri) bersaksi di depan penyidik KPK untuk tersangka kasus suap pengurusn sengketa Pilkada Buton 2011, Bupati Samsu Samiun (kanan).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar di Lapas Sukamiskin, Bandung . Kali ini Akil diperiksa soal dugaan suap dalam pengurusan sengketa Pilkada Buton 2011. “Jadi penyidik yang datang ke (Lapas) Sukamiskin untuk pemeriksaan. Sampai saat ini pemeriksaan masih berlangsung,” kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (31/10). Namun Yuyuk belum mengetahui alasan penyidik yang menyambangi Lapas Sukamiskin untuk memeriksa Akil. Pemeriksaan terhadap seorang saksi di lapas bukan lah yang pertama dilakukan. “Saya belum dapat informasi apa alasannya. Tapi memang alasan itu dimungkinkan karena kita juga pernah memeriksa beberapa saksi di Sukamiskin kalau dibutuhkan,” kata Yuyuk. Akil diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap sengketa Pilkada Buton pada 2011. Keterangannya dibutuhkan penyidik KPK untuk melengkapi kesaksian atas kasus suap sengketa Pilkada Buton 2011 yang menjerat Bupati Samsu Umar Samiun sebagai tersangka. Dalam kasus suap sengketa Pilkada Buton 2011 ini, lembaga antirasuah telah menetapkan Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, Samsu Umar Abdul Samiun sebagai tersangka. Samsu diduga memberi suap kepada Akil Mochtar sewaktu masih menakhodai MK, terkait sengketa perkara Pilkada Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara‎ tahun 2011-2012. Samsu dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Ia mengaku pernah memberikan uang Rp 1 miliar untuk Akil sekitar 2012. Hal itu disampaikan Samsu saat bersaksi pada sidang Akil. Menurut Samsu, pemberian uang Rp 1 miliar itu berkaitan dengan sengketa Pilkada Buton yang bergulir di MK. Uang tersebut dikirim ke CV Ratu Samagat, perusahaan milik istri Akil, Ratu Rita Akil. “Saya transfer ke CV Ratu Samagat Rp 1 miliar,” kata Samsu saat bersaksi dalam persidangan terdakwa Akil Mochtar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 4 Maret 2014  silam. (lpn/gbi)