KPK Pastikan Tetap Bidik Ganjar dan Agun Cs

No comment 26 views

Beberapa elit politik Senyan yang namanya hilang di surat dakwaan KPK kepada Setya Novanto. Ada Anas Urbaningrum (Partai Demokrat), Ganjar Pranowo (PDIP) dan Agun Gunandjar (Golkar).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis rumor ingin ‘mengamankan’ sejumlah elit politik yang tak disebutkan namanya dalam surat dakwan terhadap Setya Novanto. KPK memastikan, sejulah politisi seperti Ganjar Pranowo (PDIP), Agun Gunandjar dan Melchias Mekeng (Golkar) hingga mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tetap tak bisa lepas dari dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi e-KTP.

KPK masih menduga nama-nama tersebut kecipratan duit proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

“Beberapa pihak yang diduga diperkaya dari proyek e-KTP ini, yang disebut oleh pihak SN sebagai nama yang hilang, tetap masih ada,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, melalui keterangan tertulis, Rabu (20/12).

KPK mengelompokkan nama-nama pihak yang diduga menerima aliran dana e-KTP berdasarkan profesi. Untuk total uang yang diduga diterima sejumlah anggota DPR dari proyek e-KTP yakni senilai USD 12,8 juta dan Rp 44 miliar.

Nama para anggota DPR yang menikmati uang e-KTP itu akan diungkap di persidangan. “Sejumlah anggota DPR itu nanti akan dirinci di persidangan sesuai kebutuhan pembuktian,” ujar Febri.

Sebelumnya, pengacara Novanto, Maqdir Ismail, mengatakan, tiga nama yang hilang dalam dakwaan kliennya adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. (Baca: Pengacara Novanto Minta KPK Jelaskan Hilangnya Deretan Nama Elit Politik dalam Surat Dakwaan).

Saat proyek e-KTP berjalan, Yasonna dan Ganjar merupakan anggota Komisi II DPR. Sementara, Olly merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR.

“Kenapa kok tiba-tiba di perkara ini namanya hilang, namanya Ganjar yang menerima uang hilang. Bukan hanya Pak Ganjar, Yasonna Laoly hilang, Olly Dondokambey hilang. Apa yang terjadi, negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK,” kata Maqdir usai sidang pembacaan dakwaan Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (13/12).

Maqdir mengatakan, ketiga nama tersebut sebelumnya ada pada surat dakwaan tiga terdakwa sebelumnya, yakni dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Ketiganya didakwa menerima suap dari proyek e-KTP saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Ganjar disebut menerima suap sebesar USD 520.000, Yasonna USD 84.000, dan Olly USD 1,2 juta. (kc/nad)