KPK Periksa Bos Rekanan Proyek e-KTP

No comment 255 views
Pidai Jari: Pemindaian sidik jari dalam proses pembuatan e-KTP. Pengadaan KTP elektronik di era Mendagri Gamawan Fauzi berbiaya Rp 6 triliun ini sedang disidik KPK karena terindikasi kuat adanya korupsi.

Pindai Jari: Pemindaian sidik jari dalam proses pembuatan e-KTP. Pengadaan KTP elektronik di era Mendagri Gamawan Fauzi berbiaya Rp 6 triliun ini sedang disidik KPK karena terindikasi kuat adanya korupsi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Direktur PT Quadra Solution, Achmad Fauzi, Jumat (14/10) sebagai saksi kasus korupsi pengadaan kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis elektronik atau e-KTP untuk tersangka Irman. Achmad Fauzi merupakan  rekanan yang menggarap proyek berbiaya Rp 6 triliun itu.

“Yang bersangkutan (Achmad Fauzi) diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka IR (Irman),” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi. Irman merupakan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemdagri).

Selain Achmad Fauzi, penyidik KPK juga memeriksa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ditjen Dukcapil Kemdagri bernama, FX Garmaya Sabarling serta seorang dari pihak swasta bernama Yosep Sumartono.

“Keduanya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IR,” kata Priharsa.

Diketahui, KPK menetapkan Irman sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP pada Jumat (30/9). Irman diduga bersama-sama dengan mantan anak buahnya, Sugiharto telah melakukan tindakan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan terkait proyek tersebut. Sugiharto sendiri telah menyandang status tersangka sejak dua tahun lalu.

KPK menyangka Irman dan Sugiharto melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiamana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

PT Quadra Solution merupakan salah satu perusahaan Quadra Solution merupakan salah satu dari lima perusahaan yang menjadi konsorsium yang memenangi tender pengadaan e-KTP. Penyidik KPK telah menggeledah kantor PT Quadra Solution pada 22 April 2014 lalu.

Selain PT Quadra Solution, empat perusahaan lainnya adalah PT Len Industri, Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), PT Sucofindo (Persero), dan PT Sandipala Arthapura.

Sebelumnya, KPK menilai proyek tersebut tidak memiliki kesesuaian dalam teknologi yang dijanjikan dalam kontrak tender dengan yang ada di lapangan. Akibatnya keuangan negara dirugikan hingga Rp 2 triliun dari total nilai proyek sekitar Rp 6 triliun.

Salah satu ketidaksesuaian itu menyangkut alat pemindai. Dalam kontrak tender, konsorsium menjanjikan iris technology (pemindai mata), namun dalam pelaksanaannya hanya menggunakan finger print (sidik jari).

Dalam kasus ini, KPK juga sudah menyeret mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebagai saksi. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin beberapa kali menyebut keterlibatan Gamawan dalam kasus ini.

Mendagri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu disebut kecipratan duit haram sebesar USD 2,6 juta dari proyek ini. (Baca: Gamawan Tantang KPK dan Nazaruddin Buktikan Dirinya Terima Duit e-KTP). (vin/gbi)