KPK Periksa Direktur PT Paramount Enterprise International TerkaitSuap PN Jakpus

Maket gedung baru KPK disiapkan untuk peresmian gedung Baru KPK di Jakarta, Senin, (28/12).GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa direktur PT Paramount Enterprise International, Ervan Adi Nugroho, Senin (30/5/2016). Ervan diperiksa sebagai saksi kasus suap peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) untuk tersangka Doddy Aryanto Supeno.

Mengenakan kemeja dan jaket berwarna hitam, direktur PT Paramount Enterprise International langsung menuju ruang resepsionis KPK. Usai melapor, dia bersama beberapa orang yang datang bersamanya langsung menuju ruang tunggu.

Selain Ervan, ada beberapa orang lagi yang akan diperiksa yaitu, Indri, Paul Montolalu, dan Ninik Prajitno Nathan. Mereka juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk kasus suap tersebut.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan akan ada tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus ini. Dia menyebut calon tersangka bisa dari pihak perusahaan atau pejabat di lingkungan peradilan.

“(Calon tersangka baru) itu pasti dong. Pasti dong. Ya kalau dari pihak mana, bisa dari beberapa pihak, kan. Bisa dari perusahaannya, bisa dari teman-teman yang ada di MA, bisa saja itu terjadi,” kata Agus.

Terkait kasus suap PN Jakpus ini, KPK menetapkan 2 orang tersangka, yakni Doddy Aryanto Supeno selaku pemberi suap dan Edy Nasution, Panitera PN Jakpus selaku penerima suap. Dari tangan Edy, KPK menyita uang Rp 50 juta. Transaksi keduanya diduga berkaitan dengan pengamanan pendaftaran Peninjauan Kembali di PN Jakpus.

Dalam pengembangannya, sekretaris MA Nurhadi ikut terseret. Ruang kerja dan kediamannya di Kebayoran Baru digeledah penyidik.(dtc/ziz)