KPK Tegaskan Banyak Anggota DPR Bakal Jadi Tersangka

Inilah para anggota DPR dan mantan petinggi negara yang disebut kecipratan duit pengadaan e-KTP senilai total Rp 2,3 triliun.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi tidak tinggal diam di tengah tekanan kuat dari Pansus Hak Angket. Lembaga antirasuah memastikan akan banyak anggota dewan yang menjadi tersangka skandal korupsi pengadaan e-KTP senilai Rp 2,3 triliun.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah Febri memastikan, KPK akan terus mengusut keterlibatan nama-nama yang telah beredar terindikasi kecipratan duit proyek e-KTP berbiaya Rp 5,9 triliun. Tak tertutup kemungkinan terdapat sejumlah nama lain, termasuk yang berasal dari DPR yang bakal menyusul dua politisi Golkar, Novanto dan Markus Nari sebagai tersangka.

“Kami gali secara terus menerus peran dan indikasi keterlibatan pihak legislatif yang pada saat itu ikut membahas proses penganggaran atau diduga menikmati sejumlah aliran dana. Kami juga memproses pihak lain yang ikut bertanggung jawab dalam kasus ini,” tegas Febri kepada awak media, Selasa (26/9).

KPK meyakini nama-nama yang disebut dalam surat dakwaan dan tuntutan terhadap dua pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto terlibat kasus e-KTP sesuai bukti-bukti yang dimiliki. Tak hanya dari unsur DPR, Febri menyatakan, pihaknya juga meyakini terdapat pihak lain dari unsur Kemdagri, dan swasta yang turut terlibat atau menikmati uang haram proyek e-KTP.

“‎Ada banyak nama yang sudah kami sebutkan dalam dakwaan dan sudah muncul di putusan. Pada dasarnya ada 3 cluster besar yakni dari birokrasi sendiri misalnya kemendagri, kemudian pihak swasta ini ada yang terkait langsung dalam proses pengadaan, lalu ada peran lainnya namun dari pihak swasta juga yang sudah kami proses seperti Andi Agustinus,” kata Febri.

Sejumlah nama dari Kompleks Senayan telah disebut dalam sidang dua pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto. Keduanya telah divonis masing-masing 7 tahun dan 5 tahun penjara.

Di antara nama-nama elit yang disebut dalam persidangan yakni Ketua DPR Seya Novanto dan rekan sejawatnya di Golkar, Markus Nari. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Miryam s Haryani dari Hanura.

Kemudian, ada nama mantan Wakil Ketua Komisi II dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Melchias Mekeng (PDIP), eks Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan beberapa politisi Partai Golkar, seperti Chairuman Harahap dan Agun Gunandjar (saat ini menjadi Ketua Pansus).

Selain dari DPR, KPK juga membidik mantan Sekjen DPR Diah Anggraeni juga pengusaha anggota konsorsium Drajat Wisnu Setyawan serta Andi Agustinus (Andi Narogong). Nama yang disebutkan terakhir inilah yang menjadi operator pembagi duit dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tak sampai di situ, nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly yang kala itu duduk di Komisi II DPR hingga mantan Ketua DPR Marzuki alie juga masuk radar bidikan KPK karena terindikasi ikut menikmati duit negara. (sup/nad)