KPK Tetapkan Bupati Nganjuk Tersangka Gratifikasi Rp 2 Miliar

oleh
Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman keluar dari Gedung KPK setelah menjalani pemeriksan sebagai tersangka kasus korupsi dan gratifikasi.
Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman keluar dari Gedung KPK setelah menjalani pemeriksan sebagai tersangka kasus korupsi dan gratifikasi.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman kembali ditetapkan sebagai tersangka. Setelah tindak pidana korupsi, KPK menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka gratifikasi terkait jabatannya sebagai Bupati Nganjuk, Jawa Timur.

“KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup. Ada dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Terkait hal tersebut, KPK melakukan penyidikan dan menetapkan TFR (Taufiqurrahman) Bupati Nganjuk sebagai tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, (15/12).

Taufiqurrahman diduga menerima sekitar Rp 2 miliar dari dua rekanan kontraktor, masing-masing Rp 1 miliar. Pemberian duit Rp 2 miliar itu untuk memenangkan tender proyek infrastruktur di Kabupaten Nganjuk tahun 2015.

“Selain itu, TFR juga diduga menerima dari pemberian-pemberian lainnya terkait mutasi, promosi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk sebelumnya dan fee-feeproyek di Nganjuk tahun 2016-2017,” kata Febri.

Atas perbuatannya Taufiqurrahman disangka melanggar Pasal 12B Undang Undang Pemberantasan Tipikor. Sebelumnya, KPK sudah menetapkan Taufiq sebagai tersangka kasus suap. (vin/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *