KPK Umumkan Novanto Kembali Jadi Tersangka Korupsi e-KTP

 

Ketua DPRD sekaligus tersangka kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto yang tertidur di antara tamu undangan lain saat menghadiri acara pernikahan putri Presiden Joko Widodo Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, Minggu (5/11).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya mengumumkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto (SN) sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP untuk yang kedua kalinya, Jumat (10/11). Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) untuk Novanto telah diterbitkan KPK pada 31 Oktober 2017 lalu.

“SN selaku anggota DPR RI bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto, diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/11).

Setya Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ia diduga melakukan korupsi bersama Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus, Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto.

Sebelum pengumuman tersangka ini, sp[rindik untuk Novanto telah bocor ke puiblik pada 3 November lalu. Namun saat itu KPK belum memberikan keterangan resmi terkait penetapan Novanto sebagai tersangka.

Sebelumnya pada Juli 2017, KPK pernah menetapkan Novanto sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Namun Novanto mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). (Baca: Sprindik Sudah Diterbitkan, Ini Strategi Baru KPK Jerat Setya Novanto).

Ini merupakan kali kedua KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Sebelumnya, pada 17 Juli 2017, KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Namun Ketua Umum Partai Golkar itu tak sekalipun memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka dengan alasan sakit. Akhirnya, melalui gugatan praperadilan, Novanto berhasil lolos dari jeratan status tersangka. (nad)