KPK Usut Keterlibatan Sekretaris MA Terkait Kasus Suap

Nurhadi, Sekretaris Mahkamah Agung.

Nurhadi, Sekretaris Mahkamah Agung.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi membuka lembaran baru penyelidikan kasus kasus dugaan suap yang melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Edy Nasution. Penyelidikan baru KPK ini langsung menyasar Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi.

Ketua KPK Agus Rahardjo  mengatakan, surat perintah penyelidikan (sprinlidik) terhadap Nurhadi telah diteken sejak Jumat, 22 Juli 2016.

“Kalau tidak salah Jumat setelah mendengarkan banyak saksi ditanya kan mungkin teman-teman (penyelidik KPK) memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri,” ucap Agus di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (25/7). Namun Agus enggan membeber perkara yang sedang diselidiki lembaganya itu.

Dalam kasus dugaan suap yang melibatkan panitera PN Jakpus Edy Nasution, KPK telah mencegah Nurhadi bepergian ke luar negeri. KPK telah menggeledah rumah dan kantor Nurhadi.

Selain itu, kasus dugaan suap yang membelit Kasubdit Perdata MA Andry Tristianto Sutrisna juga sempat menyeret nama Nurhadi. Dari kedua kasus tersebut, Agus enggan membeberkan kasus mana yang akhirnya dibuka penyelidikan baru untuk Nurhadi.

“Bisa dua-duanya. Ini masih tertutup untuk penyelidikan,” kata Agus.

Nurhadi merupakan PNS MA yang bekerja di MA sejak awal 80-an. Setelah itu kariernya menanjak hingga menjadi Sekretaris MA pada 2012. Namanya dikenal sejak menggelar pesta perkawinan anaknya dengan megah. Terakhir masyarakat terkejut kala petugas KPK menemukan uang di kloset rumahnya dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar.  (dt/gbi)