Kuasa Hukum Eduard Rudi Akui Klienya Telah Ingkar Janji

oleh
Eduard Rudi saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Eduard Rudi Suharto hari ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (19/9/2018). Agenda sidang kali ini adalah pembacaan eksepsi.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki SH MH, kuasa hukum terdakwa, Taufan Hidayat menyerahkan surat eksepsi yang diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum, Nur Rochman. Menanggapi eksepsi tersebut jaksa meminta waktu hingga satu pekan.

Menariknya, Taufan selaku kuasa hukum Rudi justru membenarkan jika klienya tersebut telah melakukan wan prestasi (ingkar janji). Dalam bantahan atas dakwaan yg diterima wartawan, Eduard Rudi ‘berlindung’ pada kasus yg merupakan yurisprudensi, yakni perkara nomor 473/pid.B/2009/PN.Im, yang menyatakan terdakwa diputus melakukan wan prestasi sehingga masuk ranah perdata.

“Saya yakin perkara ini dipaksakan masuk ranah pidana padahal ranahnya kerjasama hingga kasus ini harusnya masuk ranah perdata. Kalaupun masuk pidana saya yakin putusannya akan onslag (lepas dari tuntutan hukum),” ungkap Taufan.

Disinggung mengapa tidak mengajukan pra peradilan? Taufan mengatakan bila ia baru menerima kasus Ketua KAI Surabaya ini setelah masuk persidangan.

“Sebelumnya saya belum tangani kasus in, baru sebulan saya nangani setelah dinyatakan P-21,” jelasnya.

Perlu diketahui, saksi korban yakni, Dian Sanjaya telah menyerahkan uang kepada terdakwa sebesar Rp. 3.900.000.000 (tiga miliar sembilan ratus juta rupiah) untuk mengikuti lelang yang berada di kasawan Pakuwon, Surabaya.

Namun sampai batas waktu yang ditentukan, ternyata rumah tidak terbeli. Mediasi sempat dilakukan oleh kedua belah pihak. Dalam mediasi tersebut terdakwa telah mengembalikan uang kepada Dian Sanjaya sebesar Rp. 3,59 miliar dan masih memliki kekurangan sekitar Rp. 310 juta.

Adanya kekurangan tersebut, Polda Jatim dan Kejati Jatim menetapkan kasus ini P21 untuk selanjutnya dikirim ke Pengadilan Negeri Surabaya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *