Kuasa Hukum Saidah Saleh Syamlan Sebut Dakwaan Jaksa Dipaksakan

oleh
Saidah Saleh Syamlan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa Saidah Saleh Syamlan kembali menjalani persidangan pidana atas dugaan pelanggaran undang – undang ITE, Kamis (22/11). Wanita paruh baya ini didakwa Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Agenda pembacaan eksepsi oleh penasehat hukum terdakwa, Sururi SH, MH mengatakan jika pasal yang di dakwakan jaksa penuntut umum, Roginta Siraid SH tidak cermat dan terkesan dipaksakan.

Tak hanya itu, Sururi menyebut jika pasal yang dikenakan kepada terdakwa tidak memenuhi unsur materil sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 143 Ayat 2b KUHAP.

“Tidak memuat uraian unsur delik secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan kepada diri terdakwa,” tukas Sururi saat membacakan nota eksepsi.

Sururi menambahkan, terkait maksud pesan Whats App yang dikirimkan terdakwa kepada saksi Amerita sebagai General Bank BNI Pusat Jakarta. Saksi Komarruzaman sebagai kepala divisi Syariah Bank Exim Indonesia, sekedar untuk menginformasikan.

Kedua saksi tersebut mempunyai kerjasama dengan PT. Pismatex Textile Industry. Bank BNI dan Bank Syariah Exim Indonesia adalah lembaga keuangan yang memberikan pinjaman keuangan kepada PT. Pismatex Textile Industry dan PT. Pisma Putra Textile.

Setelah persidangan, terdakwa Saidah Saleh Syamlan menjelaskan, pada 20 April 2017 telpon selular yang dipakainya telah rusak dan nomor yang ada sim card sudah ter delete.

Tanggal 11 Juli 2017 Saidah dan Suami berada di Jakarta. Pada tanggal 12 September 2017 terdakwa dilaporkan oleh Presiden Direktur PT Pismatex, Jamal Ghozi Basmeleh melalui kuasa hukumnya Bayu yang akrab di sapa A’an atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik. Itu kan japri. Dan saya baca BAP nya dari pihak Pismatex itu dengar dari orang – orang. Begitu juga suami saya dapat info dari orang Bank,” tukasnya.

Saidah Saleh Syamlan memastikan dirinya tidak memiliki niat buruk. Dia mengaku tidak mempunyai kepentingan dengan pihak Pismatex. Berawal dari pertanyaan ‘piye’ menurut saksi ahli bahasa menerangkan pemberitahuan.

“Ahli bahasa menerangkan jika kata ‘piye’ itu pemberitahuan. Saya tidak ada hubungan kerja dengan Pismatex. Suami saya yang kerja di Pismatex (Gajah Duduk) sebagai Dirut Keuangan selama 20 tahun yang kini masuk masa pensiun,” Tandasnya. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.