La Nyalla Dipulangkan Paksa

No comment 525 views
Ketua Umum PSSI yang menjadi tersangka korupsi dana hibah Kadin Jatim, La Nyalla Matalitti akhirnya dideportasi dari Singapura ke Indonesia, Selasa (31/5) sore.

Ketua Umum PSSI yang menjadi tersangka korupsi dana hibah Kadin Jatim, La Nyalla Matalitti akhirnya dideportasi dari Singapura ke Indonesia, Selasa (31/5) sore.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tersangka kasus dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti, akhirnya dipulangkan paksa (deportasi) dari Singapura, Selasa (31/5) sore tadi. La Nyalla dipulangkan setelah dokumen keimigrasiannya dicabut dan tidak boleh lagi tinggal di Negeri Singa.

Dengan demikian, status Nyalla di Singapura sudah menjadi penduduk over stay. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Ditjen Imigrasi Heru Santoso mengatakan, pihak Imigrasi telah memberikan La Nyalla surat perjalanan laksana paspor untuk sekali jalan ke Indonesia.

“Bahwa benar Saudara LN dalam posisi over stay di Singapura dan diserahkan kepada pejabat Imigrasi di KBRI Singapura untuk proses pemulangan ke Indonesia,” ujar  Heru melalui pesan singkat, sore tadi.

Ketua Umum PSSI tersebut dipulangkan ke tanah air dengan pesawat GA 835, rute penerbangan Singapura-Jakarta. La Nyalla direncanakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 18.30.

Sedianya, Ketua Kadin Jatim itu akan langsung diserahkan kepada penyidik kejaksaan. Namun hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari Kejaksaan Agung soal kepulangan La Nyalla.

Kuasa hukum Ketua Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur La Nyalla Mattalitti, Sumarso, membenarkan kliennya dideportasi dari Singapura setelah bersembunyi selama dua bulan di negeri jiran itu.

“Dari informasinya ditargetkan di Jakarta dulu karena tiketnya Jakarta. Mungkin saja di sana (Kejagung),” ujar Sumarso saat dihubungi, Selasa (31/5).

Pada Senin (30/5), Kejaksaan Tinggi Jatim kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk La Nyalla. Ketua Umum PSSI itu pun kembali berstatus sebagai tersangka. (Baca: Kejati Jatim Kembali Keluarkan Sprindik Untuk La Nyalla).

La Nyalla disangka melanggar Pasal 3 dan 4 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari dana hibah yang diperoleh dari Pemprov Jatim.

Pekan lalu, Pengadilan Negeri Surabaya memenangkan gugatan praperadilan yang dilayangkan putra La Nyalla atas status tersangka ayahnya. (Baca: Kajati Anggap Jadi Keponakan Ketua MA Bikin Nyalla Mudah Menangkan Praperadilan). (kc/gbi)