La Nyalla Mattaliti Disidang Pekan Depan di PN Tipikor Jakarta Pusat

la nyallaaGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan berkas kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, La Nyalla Mattalitti ke tahapan penuntutan. Berkas dan tersangka dilimpahkan ke Kajari Surabaya, Jawa Timur.

Pantauan di Gedung Jampidsus, Senin (25/7/2016), tersangka La Nyalla dijemput dari sel Kejagung. Penyidik membawa La Nyalla ke Jampidsus untuk menandatangi berkas penuntutan. Ia datang didampingi Aristo Pangaribuan dan tim kuasa hukumnya.

“Ya saya bersyukur mudah-mudahan cepat selesai,” kata Ketua PSSI nonaktif itu sebelum memasuk gedung.

La Nyalla tidak mempemasalahkan proses sidang dilakukan di Jawa Timur atau Jakarta. Alasannya, ia merasa tidak bersalah atas perbuatan yang disangkakan padanya.

“Ah siapa bilang (mempersalahkan), mau disidang di mana aja saya ikut, yang penting ada kebenaran,” ucap La Nyalla.

Rencananya, pekan depan La Nyalla Mattaliti disidang di di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Surabaya, Maruli Hutagalung menjelaskan, pelimpahan berkas dan tersangka masuk tahap penuntutan. Penuntutan akan dilakukan oleh Kejari Surabaya.

“Hari ini Kejati Jawa Timur akan melakukan pelimpahan tahap dua ke Kejari Surabaya, yang tempatnya dilaksanakan di Jampidsus,” kata Maruli.

Maruli menambahkan, pihaknya mengusahakan Ketua PSSI nonaktif itu segera disidangkan.

“Berdasarkan fatwa MA sudah ada, sidangnya di Jakarta di PN Tipikor Jakpus. Hari ini kita menyerahkan tahap dua ke Kejari Surabaya dan diusahakan minggu depan sudah kita limpahkan dari Kejari Surabaya ke PN Tipikor Jakarta Pusat,” tandasnya.

Maruli juga mengakui pihaknya melakukan koordinasi dengan KPK dalam penanganan perkara La Nyalla. Kejati dan KPK akan berkolaborasi untuk membuktikan tindak pidana La Nyalla di kasus dana hibah Kadin anggaran 2012.

“Kita berkordinasi dengan KPK, karena perkara ini termasuk supervisi KPK. Kita serahkan tahap dua ke sini, juga kordinasi dengan KPK. Nanti dilimpahkan ke PN Tipikor Jakarta Pusat juga kita kordinasi dengan KPK, jadi KPK terus mengikuti persidangan ini di Jakarta Pusat,” kata Maruli.

“Jampidsus itu menfasilitasi tempat saja,” sambungnya.

Sedangkan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Ketum PSSI non aktif ini masih dalam proses penyidikan. Pelimpahan perkara TPPU lanjut Maruli menunggu proses sidang korupsi dana hibah selesai dahulu.

“Ya lihat sidang ini saja dulu selesai. Satu-satu, ini selesai, baru TPPU nya kita majukan. KPK selaku supervisi,” bebernya.

Maruli membantah pelaksaan sidang dilakukan PN Tipikor Jakarta karena Kejati selalu kalah di pra peradilan PN Surabaya. Sidang dilakukan di Jakarta dikarenakan Kejagung akan berkoordinasi dengan KPK.

“Oh tidak memang perkara ini dari awal KPK mensupervisi kasus yang menarik perhatian di Jawa Timur. Termasuk kasus ini,” imbuhnya.

Lalu apakah karena beberapa kali La Nyalla menenangkan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya?

“Tidak. Memang dari awal KPK sudah mensupervisi kasus ini. Bukan karna praperadilan,” pungkas Maruli.(dtc/ziz)