La Nyalla Ternyata Pernah Ingin Kabur ke Makau

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kejaksaan mencium niat jahat Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, La Nyalla Mahmud Matalitti. Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur itu ternyata pernah berencana kabur ke Makau setelah pengadilan memenangkan gugatan praperadilannya, Selasa (12/4) lalu.

Namun keinginan itu gagal dilaksanakan karena otoritas negara yang akan dituju ternyata tidak  mengizinkan Nyalla tinggal. Niat buruk Nyalla ini terendus Kejaksaan Tinggi Jatim. “Niat dia aslinya memang begitu. Tapi nggak jadi karena memang enggak bisa,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung, Rabu (20/4).

Maruli melanjutkan La Nyalla gagal kabur ke Makau karena paspornya berhasil dicabut kembali seusai praperadilan. Kejaksaan berhasil mengirimkan kembali surat pencabutan paspor usai sprindik baru La Nyalla dikeluarkan.

“Posisinya sudah terkunci, enggak bisa ke mana-mana. Tinggal dipulangkan saja,” ujar Maruli menegaskan.

Sebelumnya, La Nyalla Mattalitti kembali ditetapkan sebagai tersangka setelah tak lama mencicipi kemenangan di sidang praperadilan. Ia kembali menjadi tersangka karena Kejaksaan mengeluarkan surat perintah penyidikan baru.

Saat ini, pria yang diduga menyalahgunakan dana hibah Rp 48 miliar untuk membeli saham perdana sebesar Rp 5,3 miliar di Bank Jatim itu masih berstatus buron. Posisi terakhir dia, menurut Kejaksaan dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, ada di Singapura.

Nyalla terbang ke luar negeri sehari setelah ditetapkan tersangka kasus penyelewengan dana hibah Kadin Jatim 2012 pada 16 Maret silam. Melalui Bandara Halim Perdanakusuma, dia terpantau terbang ke Malaysia. Beberapa waktu kemudian, dia terpantau pindah ke Singapura hingga saat ini.

Izin tinggal La Nyalla Matalitti di Singapura diketahui tinggal sepekan lagi, tepatnya 28 April mendatang. Karena itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Maruli Hutagalung, meminta Ketua Umum PSSI itu untuk segera kembali ke Indonesia dan menjalani proses hukum yang sudah ditetapkan.

“Karena itu, kita minta La Nyalla segera kembali ke Indonesia. Tidak usah takut, kami pakai prinsip praduga tak bersalah, yang menentukan bersalah atau tidak nanti pengadilan,” kata Maruli. Maruli  yakin, La Nyalla tidak akan bisa kemana-mana lagi, karena paspornya sudah dicabut.

“Ruang geraknya semakin sempit, karena itu lebih baik La Nyalla kembali ke Indonesia,” tambahnya.

La Nyalla juga tidak bisa bertahan lama di Singapura karena bisa dianggap tinggal melebihi batas waktu. Namun, ditanyai perihal kabar La Nyalla sudah ditangkap dan akan dipulangkan, Maruli membantah.

Ia mengatakan, langkah-langkah tersebut belum diambil. “Ya, moga-moga bisa segera. Dipantau saja,” ujarnya. (kc/gbi)