Lagu Despacito Dilarang di Malaysia Karena Tidak Islami

Salah satu adegan dalam video klip lagu Despacito yang dilarang di Malaysia.

GLOBALINDO.CO, KUALA LUMPUR – Lagu populer Despacito resmi dilarang oleh Pemerintah Malaysia untuk diperdengarkan. Pelarangan dilakukan pemerintah Malaysia setelah adanya laporan bahwa lirik lagu Despacito bernafsu.

Menteri Komunikasi Malaysia, Salleh Said Keruak mengatakan, lagu berbahasa Spanyol itu yang menampilkan penyanyi Kanada Justin Bieber dalam versi remix dinilai tidak Islami.

(Baca Juga: Pemerintah Cekal 11 Lagu Berbau Cabul, Ini Daftarnya)

Malaysia memiliki undang-undang sensor yang ketat dan sudah beberapa kali melarang materi-materi yang sensitif.

Despacito karya pemusik asal Puerto Rico, Luis Fonsi merupakan lagu yang paling banyak diputar melalui internet, dengan 4,6 miliar kali didengar di seluruh dunia dalam waktu enam bulan.

“Despacito tidak akan diudarakan oleh stasiun penyiaran milik pemerintah karena kami menerima keluhan dari masyarakat umum. Liriknya tidak pantas untuk didengar,” kata Salleh Said Keruak kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan stasiun penyiaran swasta didorong untuk menerapkan sensor sendiri.

Partai oposisi yang beraliran Islami, Partai Amanah Negara, sebelumnya mendesak pemerintah melarang lagu tersebut karena ‘isinya yang seksi’.

Ketua departemen perempuan partai, Atriza Umar, menggambarkannya sebagai ‘porno’ dan tidak sesuai dengan anak-anak serta memperingatkan bahwa isinya bisa merusak masyarakat.

Lagu yang dibawakan oleh penyanyi rapper Puerto Rico, Daddy Yankee ini amat populer di media sosial dan langsung terkenal setelah dirilis bulan Januari. Lantas bulan April, muncul pula versi barunya dengan menampilkan Justin Bieber.

Terjemahan judul lagu dalam Bahasa Spanyol itu adalah ‘perlahan-lahan’ yang disebut merujuk pada cara rayuan Fonsi, sang penggubahnya.

Ketika awal pekan ini, Despacito, dinyatakan sebagai musik yang paling banyak dimainkan di internet, Fonsi menanggapi, “Saya hanya ingin membuat orang berdansa… dan untuk sebuah lagu yang bisa menyatukan orang dan budaya bersama, saya merasa bangga.”(dtc/ziz)

Tags: