Laporan Dirdik KPK terhadap Novel dan Kompas TV Masuk Penyidikan

Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Pol Aris Budiman (kiri) dan penyidik senior KPK Novel Baswedan berseteru.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Laporan kepolisian Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman terhadap Novel Baswedan, Kompas TV dan beberapa pihak lain kecuali Majalah Tempo telah masuk tahap penyidikan. Namun penyidik Polda Metro Jaya belum mengumkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Aris Budiman.

“Empat dalam proses penyidikan, satu lagi Majalah Tempo dalam penyelidikan,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).

Aris melaporkan Novel Baswedan dan empat pihak lain atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Empat pihak yang kasusnya masuk tahap penyidikan yang dimaksud Kapolri adalah Koordinator ICW Donal Fariz, Novel Baswedan dan dua media elektronik Kompas TV serta Inilah.com.

Khusus untuk Donal Fariz, Aris menganggap Koordinator ICW itu tendensius menyampaikan pernyataan tentangnya saat wawancara ekslusif di Kompas TV. (Baca: Presenter Kompas TV Tegaskan Koordinator ICW Tak Pernah Sebut Nama, Dirdik KPK Merasa Dicemarkan).

Terkait empat perkara yang masuk proses penyidikan, Tito berujar pihaknya telah memeriksa banyak saksi. “Sekarang sebagian besar sedang dalam pemeriksaan saksi ahli,” ucapnya.

Sedangkan untuk Majalah Tempo, menurut Kapolri, ada satu lagi laporan yang ditujukan ke kepolisian. Pelapornya adalah Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia yang menganggap Majalah Tempo melanggar kode etik jurnalistik.

“Laporan ke dewan pers, ini juga masih berlangsung,” tutur Tito. (tep/nad)