Laporkan Presiden PKS, Fahri Jawab 12 Pertanyaan Penyidik

oleh
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah usai menalani pemeriksaan sebagai pelapor di Mapolda Metro Jaya. Fahri melaporkan Presiden PKS Shohibul Iman dengan tuduhan pencemaran nama baik.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor  kasus dugaan pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya, Senin (19/3). Dalam pemeriksaan sekitar 3 jam, Fahri mengaku menjawab 12 pertanyaan yang diajukan penyidik.

Fahri melaporkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dengan tuduhan pencemaran nama baik.  “Ada 12 pertanyaan dari penyidik yang harus didetailkan,” kata Fahri seusai pemeriksaan.

Menurut Fahri, penyidik meminta penjelasan ihwal perkara yang dilaporkan berikut alat buktinya. Mantan Wakil Sekjen PKS ini menilai keterangan yang ia berikan dapat diterima penyidik.

“Karena itu, saya adukan ini dan bisa diproses secara hukum, serta yang bersangkutan segera diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Fahri melaporkan Sohibul ke polisi pada 8 Maret 2018. Ia menilai Sohibul telah melakukan tindak pidana, seperti diatur dalam Pasal 310 dan 311 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun.

Barang bukti yang diserahkan antara lain cakram padat, USB, dan sejumlah dokumen. Namun Fahri belum bersedia mengungkap isi barang bukti tersebut.

Fahri Hamzah mengatakan langkah hukum ini sebagai bentuk pembelajaran kepada siapa pun agar tidak sembarang memimpin suatu partai politik. “Ini adalah pelajaran bagi kita, terutama pimpinan PKS,” ucapnya.

“Kesalahan Sohibul ini adalah pelajaran penting agar PKS berbenah diri. Tidak boleh sembarang orang pimpin parta,.” Imbuhnya. (tib/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *