Laptop Penyidik KPK Raib, Banyak Data Penyidikan Rawan Bocor

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial ST dilaporkan kehilangan laptop kerja miliknya. Kabarnya laptop yang berada di dalam tas ransel tersebut dirampas orang tak dikenal yang memakai sepeda motor saat perjalanan pulang ke kosnya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada April 2017 lalu

Kehilangan ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Pihak KPK sendiri tengah mengklarifikasi ST terkait kasus hilangnya laptop yang bersangkutan.

“Kasusnya sudah dilaporkan ke kepolisian. Semua hal-hal yang terkait misalnya ada perlengkapan kerja yanghilang atau rusak dan sejenisnya tentu proses klarifikasi internal dilakukan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/11).

Febri enggan menjelaskan secara rinci bagaimana ST bisa kehilangan laptopnya. Febri mengatakan pihaknya masih terus melakukan koordinasi.

“Kita kan masih terus bekoordinasi dengan Polri agar ada kepastian dari proses pencarian tersebut,” ujar Febri.

 

Febri juga belum bisa memastikan apakah laptop kerja milik ST tersebut banyak menyimpan data penyelidikan maupun penyidikan KPK. Kemungkinan laptop yang hilang tersebut berkaitan dengan pekerjaan ST selaku penyidik di KPK.

“Kalau isi laptop itu saya tidak tahu, tapi tentu perlengkapan kerja berkaitan dengan kerja,” ujar Febri.

Seperti diketahui, data KPK beberapa kali bocor ke publik. Yang sering terjadi, beredarnya surat perintah penyidikan (Sprindik) terhadap seseorang sebelum pimpinan KPK secara resmi mengumukan penetapan tersangkanya.

Yang paling gres, sprindik untuk menaikkan status Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP untuk kedua kalinya bocor ke publik sebelum KPK mengumumkan secara resmi. (Baca: Sprindik Sudah Diterbitkan, Ini Strategi Baru KPK Jerat Setya Novanto). (kc/nad)

Tags: