Lawan Kejati Jatim, Dahlan Praperadilankan Status Tersangkanya

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (kanan) mengajukan gugatan praperadilan ke PN Surabaya untuk melawan penetapannya sebagai tersangka  kasus penjualan aset PT PWU oleh Kejati Jatim. Dahlan kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di JGedung Kejati Jatim, hari ini (7/11).

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (kanan) mengajukan gugatan praperadilan ke PN Surabaya untuk melawan penetapannya sebagai tersangka kasus penjualan aset PT PWU oleh Kejati Jatim. Dahlan kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di JGedung Kejati Jatim, hari ini (7/11).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, diam-diam telah melayangkan gugatan praperadilan melawan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang menetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pelepasan aset negara yang dikelola PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMD Pemprov Jatim ke Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis pekan lalu.

“Kami sudah terima relaas (surat panggilan sidang), sidang perdana Jumat depan,” kata Indra Priangkasa, salah satu anggota tim penasihat hukum Dahlan di kantor Kejati Jatim di Surabaya, Senin (7/11).

Dahlan hari ini kembali menjalani pemeriksaan terkait kasus penyelewengan aset PT PWU. (Baca: 5 Jam Lebih, Dahlan Iskan Diperiksa Kejati Jatim).

Sementara Ketua Tim Penasihat Hukum Dahlan, Pieter Talaway mengungkapkan, ada tiga pokok perkara yang digugat kliennya ke PN Surabaya, yakni Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) korupsi pelepasan aset PWU dan surat penetapan tersangka Dahlan Iskan.

“Yang ketiga kami praperadilankan juga surat penahanan klien kami,” ujar Pieter.

Kepala Seksi penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim, Dandeni Herdiana, mengaku tetap akan melanjutkan penyidikan kasus aset PWU kendati Dahlan mengajukan praperadilan.

“Memang PH (penasihat hukum)-nya tersangka meminta agar pemeriksaan ditunda sampai praperadilan selesai. Kami memutuskan penyidikan lanjut,” ujar Indra.

Mantan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwakarta, Jawa Barat itu menuturkan, pihaknya sejak awal sudah mengantisipasi kemungkinan Dahlan mengajukan praperadilan. Maka segala prosedur penyidikan kasus aset PWU betul-betul disesuaikan ketentuan yang berlaku.

Penyidik, lanjut Dandeni, mengantongi tiga alat bukti kuat sebelum menetapkan Dahlan sebagai tersangka. “Karena itu kami siap (menghadapi praperadilan Dahlan),” ujarnya.

Dahlan Iskan ditetapkan tersangka kasus aset PWU berdasarkan surat perintah penyidikan bernomor Print-1198/O.5/Fd.1/10/2016 bertanggal 27 Oktober 2016. Dia disangka melakukan pelanggaran pada penjualan aset PWU di Kediri dan Tulungagung pada tahun 2003.

Waktu itu, Dahlan menjabat Direktur Utama PT PWU dua periode, dari tahun 2000 sampai 2010. Sebelum Dahlan, penyidik sudah menetapkan mantan Kepala Biro Aset PWU, Wishnu Wardhana sebagai tersangka. Setelah Dahlan menjadi tahanan kota, tinggal Wishnu Wardhana yang mendekam di Rutan Medaeng. (vin/gbi)