Lecehkan Al Quran, Ahok Bisa Dipidana

oleh
Gubernur DKI Jakarta yang juga cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berpidato dengan pegawai pemerintah dan warga Kepulauan Seribu, Rabu (30/9) lalu.
Gubernur DKI Jakarta yang juga cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berpidato dengan pegawai pemerintah dan warga Kepulauan Seribu, Rabu (30/9) lalu.
Gubernur DKI Jakarta yang juga cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berpidato dengan pegawai pemerintah dan warga Kepulauan Seribu, Rabu (30/9) lalu.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Calon Gubernur DKI 2017 petahan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus disudutkan menyusul pernyataannya yang dianggap melecehkan Al Quran. Menurut beberapa pengamat hukum, Ahok bahkan bisa dipidana karena pernyataannya itu.

Pengamat hukum, Andri Wijaya menilai, pernyataan Ahok yang terekam dalam video, dan tersebar di media sosial itu bernada larangan ke warga Kepulauan Seribu agar tidak merujuk surat Al-Maidah ayat 51 dalam memilih cagub-cawagub DKI.

“Ini bukan saja pelanggaran terhadap aturan Pilkada, tetapi sudah masuk dalam delik pidana, yaitu penistaan terhadap agama tertentu, karenanya negara harus bertindak cepat, agar tidak terjadi konflik yang lebih luas,” kata Andri, Jumat (7/10).

Ahok saat itu meminta warga supaya tidak merasa terpaksa memilihnya, karena ayat 51 surat Al Maidah ditafsirkan sebagian kalangan sebagai larangan bagi umat Muslim untuk tidak memilih pemimpin bukan dari kalangan mereka.

Bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai Surat al-Maidah:51 macem-macem itu,” demikian bunyi pernyataan Ahok.

Pernyataan itu terlontar saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu, Rabu 30 September lalu.
Rekaman video pidato Ahok ini kemudian beredar di akun YouTube Pemprov DKI berjudul ’27 Sept 2016 Gub Basuki T Purnama Kunjungan ke Kep Seribu dlm Rangka Kerja Sama dgn STP’. Dari durasi video 1 jam 48 menit 33 detik itu, kalimat berbau SARA dari Ahok terdengar di menit 24 dari detik 15-23.

“Kalau memang hal ini benar, maka bukan saja Ahok telah melakukan pelanggaran aturan dalam Pilkada, yang justru selalu ia teriakan jangan main isu SARA, bahkan, Kapolri dan Kapolda sampai berulangkali mengingatkan kita semua untuk tidak dan menghindari isu SARA. Tetapi, justru ini terjadi sebaliknya, Pak Gubernur ini seperti maling teriak maling, malah menghina dan merendahkan kitab suci umat Islam,” kata Andri.

Andri mengatakan, sekarang sudah saatnya negara hadir untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia menagih janji Kapolri Jenderal Tito Karnavian maupun Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan untuk menghukum siapa pun yang melakukan SARA.

Ahok: Rekaman Pidato Saya Dipotong

Menyoal hal ini, Ahok menegaskan dirinya tak berniat melecehkan Al Quran dan menyakiti hati umat Islam.

“Saya tidak berniat melecehkan ayat suci Al-Qu’ran, tetapi saya tidak suka mempolitisasi ayat-ayat suci, baik itu Al-Quran, Alkitab, maupun kitab lainny,” ujar Ahok melalui akun instagramnya, basukibtp, kemarin.

Ahok merasa ada pihak yang sengaja memotong video tersebut untuk menyudutkan dirinya dengan isu SARA.

”Berkenaan dengan itu, saya ingin menyampaikan pernyataan saya secara utuh melalui video yang lengkap. Silahkan tonton video lengkapnya di Youtube Pemprov DKI, terutama pada menit ke 23:40 sampai 25:35,” imbuhnya. (gbi)

Ini video lengkap kunjungan dan pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang diunggah akun Pemprv DKI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.