Ledakan Pabrik Mercon Renggut 47 Nyawa, Pemkab Ancam Cabut Izin

oleh
Pabrik petasan di Komplesks Pergudangan Kosambi, Tangerang, Banten, yang meledak tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Pabrik petasan di Komplesks Pergudangan Kosambi, Tangerang, Banten, yang meledak tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

 

GLOBALINDO.CO, TANGERANG – Gudang penyimpanan kembang api di Kosambi yang meledak Kamis pagi (26/10) merenggut 47nyawa dan tujuh orang luka serius. Akibat kejadian ini, Pemkab Tangerang menyatakan akan mencabut izin gudang mercon itu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DBMPTSP) Kabupaten Tangerang Nono Sudarno menyatakan, pencabutan izin industri kembang api itu menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Tergantung penyebab kebakaran, tidak sesuai dengan fungsinya, bisa kami cabut,” terangnya. Nono menyatakan, untuk izin prinsip penanaman tahun 2015 dan IMB 2016 sudah lengkap.

Pabrik kembang api di kompleks Pergudangan 99 di Kecamatan Kosambi meledak pagi tadi, sekitar pukul 09.00 wib. Ledakan menyebabkan setidaknya 47 orang tewas dan puluhan orang terluka, termasuk di antaranya pekerja gudang. Dari 47 jenazah, 23 di antaranya sulit diidentifikasi.

Hingga saat ini sudah ada 39 kantong jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. “Tenaga medis ada 10 tim,” kata Kepala Pelayanaan RS Polri, Kombes Sumirat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2017).

Sebanyak 39 kantong jenazah tersebut dibawa dengan 7 ambulan. Sumirat menambahkan selanjutnya akan dilakukan identifikasi.

“Akan diindentifikasi ditempat ini, untuk postmortem di tempat ini, akan dicocokkan dengan antemortemnya di tempat DVI,” ujarnya.

Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri, Kombes Edy Purnomo menjelaskan tahap-tahap dilakukan selama proses identifikasi. Mulai dari proses jenazah datang hingga jenazah teridentifikasi sampai akhirnya diambil keluarga.

“Yang pertama dilakukan penimbangan berat jenazah dengan timbangan digital,” kata Edy.

Selanjutnya jenazah dibawa ke ruang forensik yang berstandar internasional. Ada sebanyak 18 tempat periksa untuk melakukan identifikasi.

Hingga kini polisi masih mencari tahu penyebab kebakaran dan petugas pemadam melakukan proses pendinginan.¬†“Untuk korban luka bakar sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dan petugas masih mendata korban lainnya termasuk informasi yang mengatakan ada yang meninggal,” kata Kombespol Harry Kurniawan Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota.

Seorang saksi mata mengaku mendengar beberapa kali letusan dari gudang petasan itu dan mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi begitu cepat.

“Ada ledakan keras dari dalam pabrik dan sempat membuat warga panik. Kemudian keluar asap hitam dari dalamnya,” kata Rukyat.

Saat ini, tujuh korban luka bakar serius dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. Lilik, Humas RSUD Kabupaten Tangerang, mengatakan korban yang terluka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Korban yang dibawa ke sini mengalami luka bakar mencapai 90 persen. Kini sedang diberikan perawatan intensif,” ujarnya.(sus/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *