Legislator Partai Demokrat DPRD DKI Ditahan

No comment 291 views
Anggota DPRD DKI, Firmansyah ditahan Bareskrim Polri terkait kasus korupsi pengadaan UPS di sekolah menengah.

Anggota DPRD DKI, Firmansyah ditahan Bareskrim Polri terkait kasus korupsi pengadaan UPS di sekolah menengah.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menahan bekas anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Firmansyah. Tak lama lagi, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di sekolah-sekolah menengah itu segera disidang.

Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan penahanan terhadap legislator Partai Demokrat itu sudah dilakukan sejak dua hari kemarin. Firmansyah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

“Kami tahan karena sudah lengkap penyidikan terhadap yang bersangkutan,” ujar Martinus di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (8/6).  Dalam waktu dekat, tersangka bersama barang buktinya akan segera diserahkan kepada jaksa penuntut umum.

Dalam kasus ini, kata Martinus, Firmansyah berperan dalam memasukkan proyek pengadaan UPS ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan Tahun 2014. Sebelumnya, proyek yang justru balik merugikan negara ini tidak ada dalam anggaran.

“Dalam kasus ini kami juga sudah melakukan gelar perkara terhadap perkembangan penyidikan yang meluas pada calon tersangka lainnya,” kata Martinus.

Penetapan tersangka lain disebut Martinus tinggal soal waktu. Para calon tersangka adalah unsur “penyelenggara negara dan sipil.”

Kepala Subdirektorat V Tindak Pidana Korupsi Ajun Komisaris Besar Indarto mengatakan calon tersangka bisa sampai melebihi 10 orang. “Penyimpangan ini dari penyelenggara negara. Anggota Dewan, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan pengusaha,” kata Indarto.

Penyidik sedang menunggu evaluasi jaksa terhadap berkas tersangka lainnya dari unsur legislatif, Fahmi Zulfikar, dan tersangka dari pihak perusahaan rekanan, Harry Lo, selaku bos PT Ofistarindo Adhiprima.

Dalam penyidikan sebelumnya, dua orang dari pihak eksekutif juga sudah dijerat. Mereka adalah bekas Kepala Seksi Sarana Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Alex Usman, dan Zaenal Soleman yang menjabat posisi setingkat di Suku Dinas Jakarta Pusat.

Alex sudah divonis enam tahun penjara karena perbuatannya, sedangkan tersangka yang lain masih menjalani proses. Para tersangka diduga bersekongkol memasukkan proyek pengadaan UPS pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan 2014. Akibatnya, negara diduga dirugikan sebesar Rp 160 miliar. (cni/gbi)