Lokasi Dipindah ke Jakarta, Djohar Minta Jadwal Kongres Ditunda demi Pengakuan FIFA

 

Calon Ketua Umum PSSI, DJohar Arifin Husin (kiri) bersama pesaingnya, Eddy Rumpoko (tengah) dan Moeldoko (kanan) dalam sebuah acara debat  kandidat. Djohar meminta jadwal kongres PSSI diundur untuk memperoleh legitimasi dari FIFA.

Patuhi FIFA: Calon Ketua Umum PSSI, DJohar Arifin Husin (kiri) bersama pesaingnya, Eddy Rumpoko (tengah) dan Moeldoko (kanan) dalam sebuah acara debat kandidat. Djohar meminta jadwal kongres PSSI diundur untuk memperoleh legitimasi dari FIFA.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Legitimasi (pengakuan) dari badan organisasi sepakbola dunia, FIFA, adalah segalanya bagi calon ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, Djohar Arifin Husin. Bekas Ketum PSSI ini bahkan menyarankan pelaksanaan Kongres PSSI yang sudah dirancang matang agar diundur demi memperoleh legitimasi FIFA.

Kekhawatiran Djohar atas legitimasi FIFA hanya lantaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI menyepakati lokasi pelaksanaan kongres dipindah dari Makassar ke Jakarta. Djohar khawatir FIFA tak mau lagi mengakui hasil kongres karena lokasi pelaksanaannya sudah dipindah, tapi waktunya dipaksakan sesuai jadwal pada 17 OKtober.

“Ini jelas menyalahi aturan FIFA. Akan sangat sia-sia jika ternyata Kongres PSSI yang sudah memilih pengurus baru tak mendapatkan legitimasi FIFA,” ucap Djohar.

Pasalnya, menurut Djohar, pelaksanaan Kongres PSSI yang diketahui dan mendapat persetujuan  FIFA adalah di Makassar pada 17 Oktober. Lokasi dan jadwal pelaksanaan kongres ini sesuai yang disepakati dalam Kongres PSSI di Hotel Mercure, Jakarta, 3 Agustus 2016 lalu.

Menurut Djohar, mekanisme itu juga sesuai Statuta FIFA yang ditetapkan di rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan diteruskan di Kongres.

“Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan karena di atas kertas sudah disetujui dan ditetapkan Kongres PSSI 17 Oktober berlangsung di Makassar,” terang Djohar.

Djohar juga mempertanyakan sejumlah kubu kandidat Ketua Umum PSSI yang mengklaim bahwa calonnya maju karena persetujuan dari Presiden RI, Joko Widodo.

“Kalau begitu sekalian saja, kirim utusan ke Istana Negara seperti Menpora RI, Panglima TNI, dan Agum Gumelar. Tanyak ke Presiden soal calon yang kira-kira direstui dan bakal bersinergi dengan pemerintah,” ungkap Djohar.

“Dengan demikian, Kongres PSSI tinggal aklamasi saja nantinya,” cetus Djohar.

Pengurus PSSI diwakili Plt Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan dan Sekjen PSSI Azwan Karim juga telah menemui Menpora RI Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Rabu (12/10).  Dalam pertemuan itu seperti diterangkan Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga Gatot S Dewa Broto, Kongres PSSI akan dipindah ke Jakarta. (Baca: Kemenpora-PSSI Akhirnya Sepakat Kongres di Jakarta).

Sementara PSSI melalui keterangan Azwan, akan menkonsultasikan masalah ini kepada FIFA. Exco PSSI juga masih membahas perpindahan lokasi Kongres PSSI dalam rapat Kamis (13/10) malam ini. (tpi/gbi)