Longsor Garut Timbun Rel, Jadwal Kereta Api Kacau

Material longsor yang menimbun rel kereta api di Garut.

GLOBALINDO.CO, GARUT – Jadwal perjalanan kereta api kacau akibat bantalan rel tertimbun material longsor di wilayah Garut. PT KAI terpaksa mengalihkan semua perjalanan kereta api melalui jalur utara. Sedikitnya tercatat 6 jadwal kereta api yang perjalanannya terganggu.

“Dengan cepat managemen KAI pusat melakukan perubahan pola operasi yaitu dengan cara memutar rute perjalanan, melalui lintas utara (Bandung-Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Kroya),” kata Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Irfan Hendriwintoko, Kamis (23/11/2017).

Enam kereta api yang perjalanannya terganggu yaitu KA Malabar tujuan Bandung-Malang, KA Mutiara Selatan tujuan Surabaya Gubeng/Malang, KA Kahuripan tujuan Kiaracondong-Kediri, KA Lodaya tujuan Bandung-Solo, KA Turangga tujuan Bandung-Surabaya Gubeng, KA Serayu tujuan Pasarsenen/Kiaracondong-Purwokerto, begitu juga dari arah sebaliknya.

(Baca Juga: Bencana Longsor di Rancabali Bandung, 4 Warga Tewas Tertimbun)

Longsoran di wilayah Daop 2 Bandung itu terjadi di antara petak jalan Cipeundeuy-Bumiwaluya KM 233+0/8 pada Rabu (22/11/2017) malam yang mengakibatkan rintang jalan (Rinja) hingga terganggunya perjalanan KA baik dari arah hilir maupun udik.

Penanganannya di perkirakan berlangsung sekitar 1×24 jam dari jam 23.18 WIB, menurut informasi dari petugas, longsoran tersebut terjadi pada 8 titik.

Selain itu pihaknya juga melakukan layanan service recovery untuk kelambatan lebih dari 3 jam, dan pengangkutan dengan bus bagi pelanggan yang sudah melakukan perjalanan tapi tidak bisa dilanjutkan sampai tujuan.

Rincian jumlah pelanggan yang dilayani dengan bus karena tak bisa melanjutkan perjalanan di tengah jalan, adalah mereka yang bertujuan Maos, Sidareja, Banjar, Tasikmalaya, sampai dengan Bandung yaitu KA Turangga berjumlah sekitar 16 orang, KA Malabar dengan jumlah 76 orang, KA Serayu dengan jumlah 314 orang, KA Kahuripan dengan jumlah 100 orang, KA Lodaya dengan jumlah 64 orang, KA Mutiara Selatan dengan jumlah 45 orang.

“Selain itu PT KAI juga melayani pembatalan tiket dengan pengembalian 100% dari harga tiket, bagi pelanggan yang tidak berkenan melakukan perjalanan. Kami atas nama manajemen KAI Daop 5 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kejadian tersebut, yang berdampak terhadap pelayanan pelanggan,” ujarnya.(dtc/ziz)