Longsor Jember, 3 Orang Tertimbun Hingga Kini Masih Dicari

Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Jember.

GLOBALINDO.CO, JEMBER – Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Sumberbaru, Jember. Tiga orang yang merupakan satu keluarga dinyatakan hilang tertimbun longsoran tanah dan hingga kini masih terus dicari petugas gabungan.

“Laporan sementara, ada dua rumah yang tertimbun. Satu keluarga terdiri atas tujuh orang selamat dan satu keluarga terdiri atas tiga anggota keluarga dilaporkan tertimbun,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Widi Prasetyo.

Bencana longsor terjadi tadi malam di Dusun Krajan dan Kedungliyer, Desa Jambesari, Sumberbaru, Jember. Tiga orang yang dilaporkan tertimbun bernama Siful (35), Yana (25), dan putra mereka, Faris, yang masih berusia 5 tahun. Petugas terus melakukan pencarian meski kondisi medan sulit dan gelap.

(Baca Juga: Tambang Pasir Ilegal di Mojokerto Longsor, Empat orang Tewas)

“Kondisi gelap dan medannya sangat sulit. Tapi kita tetap upayakan melakukan pencarian,” kata Widi.

Selain menimbun dua rumah, bencana longsor yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu menimbun sejumlah hewan ternak. Dua ekor sapi dan 12 ekor kambing milik warga dilaporkan mati akibat tertimpa longsoran tanah.

Menurut Widi, tujuh personel Tim Reaksi Cepat BPBD Jember dibantu pihak TNI, kepolisian, dan warga masih melakukan pencarian.

“Hasilnya seperti apa saya belum mendapat laporan. Ini saya masih perjalanan ke lokasi,” katanya.

Longsor terjadi akibat hujan yang terus-menerus sejak siang hari. Akibatnya, tanah yang berada di lereng Gunung Argopuro tak bisa menahan derasnya air.

“Lokasinya memang di lereng pegunungan. Perbatasan Jember, Probolinggo, dan Lumajang. Kita terus lakukan pemantauan semaksimal mungkin dan melakukan upaya-upaya terbaik yang bisa dilakukan, meskipun medannya sangat sulit dijangkau,” ujarnya.

Hingga Selasa (17/10/2017) ini, pencarian di Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru dilakukan petugas dari BPBD, Basarnas, kepolisian, TNI, relawan dan warga setempat.

“Pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB pencarian korban longsor kita lanjutkan,” kata Widi Prasetyo.

Pencarian korban masih menggunakan alat seadanya. Sebab untuk mendatangkan alat berat masih terkendala kondisi medan. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait kemungkinan untuk mendatangkan alat berat tersebut.

“Sementara pakai alat seadanya dulu, seperti cangkul dan lain-lain. Kita upayakan untuk mendatangkan alat berat jika memungkinkan. Ini kita masih terus melakukan koordinasi,” kata Widi.

Selain melakukan pencarian korban, petugas juga membantu warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tercatat sekitar 47 jiwa terdiri atas 12 kepala keluarga (KK) diungsikan ke tempat yang dinilai aman. Bantuan sembako dan keperluan lain juga mulai disalurkan.

“Bantuan sembako, paket sandang, alat sekolah, alat kebersihan, matras, tikar, sarung, selimut, dan alat masak sudah kami distribusikan tadi malam,” kata Widi.

Petugas juga membuat dapur bersama untuk melayani pengungsi dan dukungan kepada petugas yang melakukan pencarian.(dtc/ziz)

Tags: