LSI: Lawan Siapapun, Ahok-Djarot Pasti Kalah di Putaran Dua

Enam kandidat pasangan Cagub-Cawagub DKI berfoto selfie bersama. Dalam lima empat bulan ke depan, mereka akan bersaing merebut simpati dan dukungan warga ibukota hingga pemungutan suara Pilgub DKI pada 15 Februari 2017.

Enam kandidat pasangan Cagub-Cawagub DKI berfoto selfie bersama. Dalam lima empat bulan ke depan, mereka akan bersaing merebut simpati dan dukungan warga ibukota hingga pemungutan suara Pilgub DKI pada 15 Februari 2017.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali mempertegas hasil survei yang menunjukkan potensi besar kekalahan duet petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot syaiful Hidayat di Pemilihan Gubernur DKI 2017. Hasil survei ini meramalkan yang paling mungkin terjadi, Ahok-Djarot akan keok di putaran kedua.

Bahkan Ahok-Djarot diprediksi kalah melawan pasangan mana pun yang lolos ke putaran kedua. Duet yang diusung PDIP, Golkar, Hanura dan NasDem ini juga hanya akan meraup 32,1 persen dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan 38,0 persen, sedangkan 29,9 persen masih merahasiakan pilihannya.

”Ini karena pasangan Anies-Sandi akan memperoleh muntahan suara jauh lebih besar dari pasangan Agus (Harimurti Yudhoyono)-Sylviana Murni dibanding ke Ahok-Djarot,” ujar Tim peneliti LSI, Ardian Sopa di Kantor LSI Graha Rajawali, jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (7/10).

Anies-Sandi diprediksi memperoleh limpahan suara dari Agus-Sylvi sebesar 64,3 persen suara. Sedangkan suara yang masuk ke Ahok-Djarot sebesar 14.3 persen.

Demikian pula jika yang melenggang ke putaran dua adalah pasangan Agus-Sylvi. Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB ini akan mendapat limpahan suara dari pendukung Anies-Sandi sebanyak 59,1 persen. Sedangkan suara yang masuk ke kantong Ahok-Djarot hanya 8,6 persen.

“Jadi kalau head to head dengan Agus-Sylvi, Ahok-Djarot hanya mendapatkan 31,9 persen. Sedangkan Agus-Sylvi mampu mendapatkan 35,1 persen. Sementara itu, 33,0 persen masih rahasia dan belum memutuskan,” papar Ardian.

Karena itulah, kata Ardian, perpindahan suara di putaran dua menjadi sangat menentukan bagi Ahok-Djarot. Menurutnya, jika Pilgub dengan tiga pasang calon, Ahok dapat menang di putaran pertama.

Tetapi situasinya akan berbalik di putaran kedua. Sebab jika diadu secara head to head Ahok-Djarot kalah.

“Perpindahan tersebut, karena pemilih Agus-Sylvi memiliki profil yang sama dengan Anies-Sandi, begitu juga sebaliknya jika Agus-Sylvi yang masuk putaran kedua, suara Anies-Sandi lebih bayak berpindah ke Agus-Sylvi,” ujar Ardian.

Survei ini dilakukan LSI sejak 28 September sampai dengan 2 Oktober 2016. Dengan metode multistage random sampling, diikuti 440 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka secara langsung dengan responden dan menggunakan kuesioner. Dengan nilai margin of error kurang lebih 4.8 persen. (vin/gbi)