Luhut Sebut Ribuan Trilun Pajak Belum Dibayar

luhut pandjaitanGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan menyebut adanya potensi pajak ribuan triliun yang belum dibayarkan. Data itu sudah dikantongi pemerintah.

“Data yang kami dapat, masih ribuan triliun yang belum bayar pajak. Dengan berbasis IT, jadi tidak sulit lagi mencari yang bayar pajak,” kata Luhut di sela mengikuti paparan laporan hasil audit kementerian oleh BPK di Gedung Pusidklat BPK Kalibata, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Menurut Luhut, tax ratio Indonesia sangat rendah di banding negara lain di Asia lain.

“Kita baru 11 persen. Selain TNI dan Polri, jumlah pembayar pajak kita baru sebanyak 1 juta (pembayar pajak),” beber Luhut.

Luhut menambahkan, untuk mengejar wajib pajak ini salah satunya dengan mengurangi transaksi tunai.

“Kita berharap program e-KTP jadi backbone dari program kota. Kita bersama juga meningkatkan tax ratio kita. Dengan mengurangi cash, mengurangi orang yang merekayasa. Di tahun 2018 akan ada perjanjian internasional, seluruh akun bisa dibuka dilihat. Apakah dana ini legal, dana teroris, narkoba, atau yang lainnya,” tutup dia.

Kegiatan paparan laporan hasil pemeriksaan keuangan kementrian tahun anggaran 2015 oleh BPK ini juga dihadiri sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara. Terlihat Menhub Ignasius Jonan, Ketua KPK Agus Rahardjo, Menkum HAM Yasona H Laoly, Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian, serta perwakilan lembaga negara lainnya.

Perwakilan lembaga lain yang hadir dalam penyerahan laporan keuangan tersebut antara lain, Kemlu, Kemhan, Lemsaneg, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Basarnas, BMKG, Polri, TNI, Kejagung, BIN, Lemhannas, BNN, Bawaslu, dan KPU.(dtc/ziz)