MA Tambah Hukuman Jero Jadi 8 Tahun Bui, Kembalikan Uang Negara Rp 5 M

Mantan Menteri ESDM, Jero Wacik harus mendekam lebih lama di penjara setelah majelis kasasi MA memperberat masa hukumannya dari empat menjadi delapan tahun penjara dalam kasus korupsi dana operasional menteri.

Mantan Menteri ESDM, Jero Wacik harus mendekam lebih lama di penjara setelah majelis kasasi MA memperberat masa hukumannya dari empat menjadi delapan tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan wewenang dan korupsi dana operasional menteri.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) menambah hukuman empat tahun menjadi delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan kepada mantan Menteri ESDM Jero Wacik. Majelis menyatakan hukuman 4 tahun yang dijatuhkan pengadilan sebelumnya tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat mengingat korupsi yang dilakukan petinggi Partai Demokrat itu telah merugikan negara Rp 5 miliar lebih.

“Selain hukuman pidana penjara, terpidana juga  wajib mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 5.073.031.442 subsidair 2 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Kasasi Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar di Jakarta, Rabu (26/10). Artidjo didamping dua hakim anggota yakni anggota Krisna Harahap dan M.S. Lumme.

Hakim Krisna juga membenarkan, bahwa majelis yang memeriksa perkara kasasi itu mengesampingkan kesaksian yang menyatakan bahwa sulit memisahkan antara pribadi dan jabatan karena jabatan itu melekat pada diri seorang menteri selama 24 jam. Menurut Majelis, sikap negarawan seorang penyelenggara negara justru bisa dilihat dari sejauh mana kemampuannya memisahkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan negara.

“Terpidana ini (Jero Wacik) jauh dari sikap negarawan dan bagaimana seharusnya menjadi seorang penyelenggara negara,” ujar Krisna.

Mantan menteri ESDM itu tersandung kasus penyalahgunaan dana operasional menteri (DOM) dan menerima gratifikasi. Sebelumnya, Jero yang juga mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dituntut hukuman sembilan tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jero juga dituntut membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan, kemudian membayar kerugian negara sebesar Rp 18,7 miliar. Jika uang pengganti tidak dibayarkan, hal tersebut diganti dengan hukuman pidana penjara selama empat tahun. (bin/gbi)