Mabes Polri Tegaskan Kelompok Cyber Sebar Hoax Isu Kebangkitan PKI

oleh
Bareskrim Polri menggelar para tersangka penyebar isu SARA dan hoax kebangkitan PKI.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mabes Polri menyatakan isu penganiayaan ulama dan kyai yang merebak belakangan ini adalah berita hoax yang awalnya disebarkan kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA). Kelompok ini menyusun skenario penyebaran isu SARA, kebangkitan PKI dan penganiayaan ulama melalui grup WhatsApp yang anggotanya berasal tersebar di berbagai daerah.

“Upaya-upaya provokasi itu seperti menyampaikan isu-isu yang negatif tentang PKI, juga tentang penganiyaan ulama,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/2).

Sayangnya, polisi belum bisa menemukan motif kelompok MCA menyebarkan isu-isu tersebut. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berencana merilis penangkapan tersangka beserta motifnya pada Rabu (28/2).

Menurut Iqbal, para pelaku juga menyebarkan ujaran kebencian terhadap presiden dan beberapa tokoh negara. Barang bukti yang menunjukkan adanya tindak pidana tersebut juga turut disita polisi saat menangkap tersangka.

“Barang bukti beberapa alat-alat elektronik sudah kami sita untuk kepentingan penyidikan,” kata Iqbal.

Sebelumnya, polisi menangkap lima anggota grup WhatsApp “The Family MCA”. Selain menyebarkan isu provokatif, tersangka juga menyebarkan konten bermuatan virus kepada orang atau kelompok tertentu. “Kalau kena virus itu rusak alat elektronik, handphone kita bisa rusak,” kata Iqbal.

Kelima tersangka yang ditangkap adalah Muhammad Luth (40) di Tanjung Priok, Rizki Surya Dharma (35) di Pangkal Pinang, Ramdani Saputra (39) di Bali, Yuspiadin (24) di Sumedang, dan Romi Chelsea di Palu. Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, dan pencemaran nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu.

Tak hanya isu SARA, pelaku juga menyebarkan konten berisi virus pada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima. Virus ini kemudian dapat merusak perangkat elektornik orang yang disasar.

Terkait hal ini, pemilik akun @kangdede78 turut angkat bicara. Menurut Dede Budhyarto, si pemilik akun, kelompok tersebut mengatasnamakan agama untuk tujuan politis. Dede menyebut jika kelompok ini ada yang mendanai.

@kangdede78: Kelompok MCA ini bukan hanya komunitas Media Social yg mengatasnamakan Agama, tapi komunitas jualan Politik yg terstruktur, ada komandannya, ada yg mendanai.

Pada postingannya selanjutnya, Dede mengungkapkan jika dari 4 tersangka yang berhasil ditangkap, salah satunya merupakan seorang PNS. Dede mengungkap 9 grup WA yang dipakai para pelaku untuk berkomunikasi. Diantaranya, Akademi Tempur MCA, Pojok MCA, The United MCA.

Kemudian, grup WA The Legend MCA, Muslim Coming, MCA News Legend, Special Force MCA, Srikandi Muslim Cyber dan Muslim Sniper. (kc/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *