Mahasiswa, Dosen, dan Petugas Kebersihan Unpad Bandung Demo Turunkan Rektor

oleh
Massa demonstran yang mendesak Rektor Unpad Bandung agar mundur.

GLOBALINDO.CO, BANDUNG – Sejumlah massa yang menamakan diri Gelora Aksi Masyarakat Unpad (Unversitas Padjadjaran) menggelar demonstrasi di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (2/5/2018). Massa mendesak Rektor Unpad, Tri Hanggono Ahmad untuk mundur dari jabatannya.

Massa yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan petugas kebersihan itu menilai Tri Hanggono Ahmad gagal memimpin Unpad. Berbagai masalah muncul, mulai dari kebijakan rektor yang dianggap terlalu sentralistis dan tidak demokratis.

Selain itu, kesejahteraan tenaga kebersihan dan ketidaknyamanan manajemen fakultas dan dosen. Petugas kebersihan hanya dibayar Rp 750 ribu per bulan. Padahal UMK Kabupaten Sumedang sebesar Rp 2.463.461.

(Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Raih Gelar Doktor Kehormatan dari Unpad)

“Upah K3L Unpad juga tidak mencapai upah minimum provinsi Rp 1.300.000 bahkan tidak mencapai standar kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Sumedang Rp 1.924.585,” kata Lutfi Indriawan, negosiator aksi yang merupakan mahasiswa Administrasi Publik 2015, di sela aksinya.

Lutfi juga menyebut salah satu kekecewaan yang muncul hadirnya anggota Brimob di Kampus Unpad Jatinangor. Kahadiran aparat Brimob itu dampak dari pengurangan petugas keamanan di Unpad.

Padahal, lanjutnya, kehadiran Brimob tidak memberi dampak positif. Salah satu contohnya aksi kriminalitas di kampus Unpad Jatinangor tetap terjadi. Selain itu, tambahnya kehadiran Brimob di lingkungan kampus tidak dibenarkan

“Salah satu masalah lagi, Brimob ini ada pengurangan personel keamanan. Tapi tetap saja tidak aman. Contoh di Fakultas Peternakan ada empat motor hilang. Kehadiran Brimob mengancam demokrasi. Seperti kemarin ada aksi, terus Brimob nyamperin nanya berbagai hal. Padahal itu dalam wilayah kampus,” ujarnya.

Melihat semua itu, pihaknya menuntut agar Tri Hanggono Ahmad turun sebagai Rektor Unpad. “Dampaknya Unpad tidak ada peningkatan. Kita sudah berkali-kali ingatkan rektor. Sekarang kita minta rektor turun,” tandasnya.

Aksi ini dijaga oleh sejumlah polisi. Pintu gerbang ditutup. Massa hanya berorasi di depan gerbang.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *