Mahasiswa UIN dan Sanata Dharma Jadi Tersangka Kerusuhan Demo May Day

oleh
Demo May Day di Yogyakarta yang berakhir rusuh.

GLOBALINDO.CO, SLEMAN – Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan Universitas Sanata Dharma ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan demo May Day yang berujung pembakaran pos Polantas simpang tiga kampus UIN Yogya.

“Saat dimintai keterangan, ketiganya mengaku mahasiswa. Bawa kartu tanda mahasiswa, tapi masih kita dalami ke kampusnya, apa betul siapa tahu sudah DO atau masih aktif,” kata Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo, Rabu (2/5/2018).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial MC (45) mahasiswa UIN asal NTT, MI (22) mahasiswa UIN asal Kalbar, dan AM (24) mahasiswa Sanata Dharma asal Bandung. Mereka diduga sebagai provokator, pelaku perusakan dan pelempar molotov ke pos polisi.

(Baca Juga: Anggota Polda DIY Pukuli Pengacara LBH Yogyakarta Gara-gara Dampingi Mahasiswa)

Ketiganya saat ini ditahan polisi bersama 66 orang aktivis lainnya yang berstatus saksi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ketiga tersangka dijerat Pasal 160,170, 187, dan 406 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

“Berdasarkan BAP, seperti itu keterangan identitas mereka. Masih didalami lebih lanjut,” imbuhnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti 55 botol molotov, mercon, bahan bakar molotov, pentungan kayu dan besi, serta sejumlah poster dan spanduk bertuliskan tuntutan peserta aksi demo.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *