Maju Pilwali Surabaya, Bambang Haryo Optimis Bawa Surabaya Lebih Baik

oleh

Bambang Haryo Soekartono saat menfaftar sebagai calon Wali Kota Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Calon Wali Kota Surabaya yang mendaftar melalui Partai Gerindra terus bertambah. Terbaru, politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo juga mengambil formulir pendaftaran pada hari ini.

Ditemui di kantor DPC Partai Gerindra Surabaya, Bambang Haryo mengaku telah memiliki persiapan yang cukup matang saat memutuskan maju di Pilwali Surabaya. Salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik.

Menurut Bambang Haryo, dengan jumlah 5 kursi yang dimiliki Gerindra sangat tidak mungkin partainya mengusung calon sendiri. Karena sesuai peraturan, partai yang mendaftarkan minimal harus memiliki 10 kursi.

“Wajib kita lakukan koalisi dengan partai lain. Karena target kita minimal 10 kursi,” ujar Bambang Haryo, Selasa (29/10/2019).

Sejauh ini sudah ada beberapa partai yang sudah ketemu. Walaupun belum deal betul tapi mereka sudah mau menerima figur dirinya di Surabaya.

“Saya mungkin tidak menyampaikan pada hari ini. Tapi paling tidak di posisi 12 kursi kita sudah cukup,” ungkapnya.

Meski telah mengantongi 12 kursi sebsfeu syarat maju dalam Pilwali Surabaya, Bambang Haryo juga optimis bisa memperoleh 17 sampai 18 kursi. Jumlah itu dinilainya sangat ideal untuk membuat pasangan wali kota yang diusung lebih kuat di parlemen.

Sebagai politisi yang pernah maju sebagai anggota DPR RI untuk daerah pemilihan (Dapil) Surabaya dan Sidoarjo, Bambang Haryo sudah memiliki gambaran apa yang perlu dilakukan untuk membuat kota pahlawan menjadi lebih baik.

“Saya sudah tahu banyak tentang Surabaya terutama yang berhubungan dengan kebutuhan pokok kesehatan, dan pendidikan,” imbuh alumni ITS ini.

Meskipun dibawah kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini, Surabaya sebenarnya sudah sangat baik. Mulai dari sektor kesahatan hingga pendidikan yang semuanya gratis.

“Dengan posisi Surabaya sebagai pusat di Jawa Timur bahkan Indonesia bagian timur mestinya bisa lebih baik lagi,” tegasnya.

Bambang Haryo menilai, kota pahlawan sangat layak menjadi pusat perdagangan bahkan pusat pariwisata maupun industry yang ada di Jatim. Namun faktanya, hal itu belum bisa dilakukan.

Pria yang tercatat menjadi Dirut PT Dharma Lautan Utama ini kemudian membandingkan harga beberapa kebutuhan pokok di Surabaya yang ternyata lebih mahal dari DKI Jakarta. Menurutnya, hal tersebut mestinya tidak boleh terjadi.

“Harusnya harga pangan di Surabaya itu lebih murah tapi nyatanya banyak sekali yang lebih mahal dari Jakarta,” tukas politisi yang dikenal kritis ini.

Lebih jauh Bambang Haryo juga memiliki keinginan menjadikan Surabaya sebagai pusat industri maritim bahkan menjadi pusat transportasi laut atau logistik laut.

“Jatim ini sentra pangan terutama untuk indonesia timur dan semuanya disuplai dari sini,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya akan berupaya mendorong Surabaya menjadi kota industri maritim tebesar di Indonesia. Bukan hanya dari sisi logistik dan penumpang lautnya tapi juga dari penumpang darat.

Ketua Penjaringan Bacawali DPC Partai Gerindra Surabaya, Bagiyon Senayan, menuturkan Bambang Haryo merupakan orang ke 10 yang mengambil formulir pendaftaran melalui partainya.

“Untuk pendaftaran terakhir tanggal 15 Nopember,” ujar Bagiyon.

Bagiyon menyebutkan ada beberapa perbedaan untuk syarat calon wali kota dibandingkan sebelumnya. Diantaranya dicantumkannya pertanyaan berupa esai terkait visi misi sekaligus pemahanan kompetensi tentang Surabaya.

“Dari situ kita Kan lihat kapasitas calon yang akan diusung,” pungkas Bagiyon. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.