Majukan Wisata di Surabaya, Disbudpar Diminta Gandeng Travel Agent dan Hotel

Warga saat menyaksikan air mancur menari yang berada di Jembatan Surabaya. Jembatan Surabaya merupakan destinasi wisata baru yang kerap dikunjungi oleh masyarakat.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Komisi D (pendidikan dan kesra) DPRD Surabaya, Agustin Poliana mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)) menggandeng travel agent dan hotel guna meningkatkan kunjungan wisatawan di kota pahlawan. Menurut Agustin, upaya itu dilakukan untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Surabaya.

“Kalau ingin kegiatan wisata yang ada menarik wisatawan, agenda tahunan bisa ditawarkan ke publik,” ujar Agustin Poliana, Senin (18/12/2027).

Agustin menyebutkan, banyak event di Surabaya yang sebenarnya layak menjadi magnet bagi para wisatawan. Mulai dari Parade Surabaya Juang, pawai budaya dan bungah, wisata religi Sunan Ampel, Cross Culture Festival dan masih banyak yang lain.

“Ini untuk menunjukan bahwa Surabaya juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain,” tegasnya.

Selain situs sejarah dan religi, wisatawan bisa mengunjungi panorama alam pantai kenjeran, Jembatan Surabaya dengan air mancur menarinya, kesenian ludruk di Taman Hiburan Rakyat (THR). Sementara, untuk wisata kuliner, ada banyak makanan khas Surabaya, seperti rujak Cingur, dan Semanggi.

“Rujak Cingur bisa didapat di Genteng, sedangkan semanggi di sampaing Masjid Al Akbar,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata jemput bola guna memperkenalkan sejumlah destinasi wisata dan event yang digelar guna menarik wisatawan.

“Banyak hal yang bisa dijual Dibudpar, dari ikon dan produk-produk yang ada,” tegasnya.

Lebih jauh, politisi senior ini menilai jika promosi wisata yang selama ini dilaksanakan lebih banyak versifat seremonial. Padahal Surabaya semestinya bisa mencontoh Bali dimana para wisatawan diikutkan paket-paket travel. Sehingga ketika mereka datang bisa dipandu untuk mengunjungi sejumlah destinasi yang ada.

“Ini jika ingin menjadikan Surabaya Kota Wisata,” pungkas Agustin. (bmb/gbi)