Mangkir dari Panggilan KPK, Setya Novanto Berlindung di Balik Nama Presiden Jokowi

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto saat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto kembali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Setya Novanto menggunakan nama Presiden Jokowi sebagai tameng.

“Pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB bagian persuratan KPK menerima surat dari Setjen dan Badan Keahlian DPR RI terkait dengan pemanggilan Ketua DPR-RI, Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo) dalam kasus E-KTP,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Senin (6/11/2017).

Menurut Febri, surat itu tertanggal hari ini dan ditandatangani oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI, Damayanti. Febri menyebut ada 5 poin alasan Setya Novanto tak memenuhi panggilan KPK, termasuk agar KPK meminta izin Presiden Jokowi bila ingin memanggilnya.

(Baca Juga: Mangkir Diperiksa KPK, Setya Novanto Setara Presiden)

“Menyampaikan 5 poin yang pada pokoknya menyatakan Setya Novanto tidak dapat memenuhi panggilan KPK sebagai saksi karena menurut surat tersebut panggilan terhadap Setya Novanto harus dengan izin tertulis dari Presiden RI,” ucap Febri.

Sedangkan pada Jumat (3/11/2017), Setya Novanto memenuhi panggilan menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sementara untuk panggilan KPK dalam proses penyidikan, Setya Novanto selalu mangkir.

Padahal, dalam aturan Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) tak ada larangan penegak hukum memanggil anggota DPR dalam pidana khusus. Selama ini sejumlah anggota DPR yang dipanggil KPK juga hadir jika tak ada halangan.(dtc/ziz)