Mantan Dirut PD Pasar Surya Jadi Tersangka, Ini Tanggapan Ketua Komisi B

oleh
Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mazlan Mansyur sebut Bambang Parikesit salah dalam pengelolaan anggaran yang ada di PD Pasar Surya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Komisi B (perekonomian) DPRD Kota Surabaya, Mazlan Mansyur angkat bicara setelah mantan Plt Direktur Utama PD Pasar Surya Bambang Parikesit resmi jadi tersangka dan ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Mazlan menilai, Parikesit yang merangkap Direktur Administrasi Keuangan ini salah dalam pengelolaan keuangan. Dari anggapan penyidik, cara penggunaan uang tersebut menyalahi aturan yang seharusnya juga diketahui oleh Dewan Pengawas (Dewas).

“Pemkot seharusnya jangan lepas tangan dengan kondisi BUMD nya saat ini,” ujar Mazlan, Kamis (1/3/2018).

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, untuk setiap penggunaan anggaran seharusnya dikonsultasikan dengan dewas secara berkala atau setiap tahun.

“Jika ada temuan pelanggaran hendaknya dicegah untuk menyelamatkan aset milik pemkot tersebut,” tegasnya.

Terkait kosongnya sejumlah posisi strategis di PD Pasar Surya seperti posisi direktur utama, Mazlan mengaku sudah meminta agar Pemkot Surabaya bergerak cepat dalam proses perekrutan.

Bahkan komisinya telah menyetujui pengalokasian anggaran dari APBD 2018 sebesar Rp 500 juta untuk perekrutan direksi baru. Namun, hingga Maret 2018 proses tersebut belum diketahui oleh Komisi B.

“Malah ini Plt Dirut juga ditahan,” katanya.

Diribuan khawatir jika terjadi kekosongan jabatan pimpinan di PD Pasar Surya akan berdampak pada aktivitas manajemen BUMD tersebut. Termasuk pelayanan terhadap pedagang maupun kerjasama dengan pihak lain.

“Kondisi ini harus segera dicarikan solusi yang cepat untuk menyelamatkan PD Pasar Surya,” saran Mazlan.

Seperti diketahui, mantan Direktur Utama PD Pasar Surya Bambang Parikesit resmi jadi tersangka dan ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, karena terbukti melakukan korupsi. Namun Bambang membantah apa yang telah dituduhkan kepadanya.

Bambang mengklaim jika dia tidak menggunakan sepeser pun dari uang anggaran revitalisasi pasar sebesar Rp 14,8 Miliar untuk kebutuhan pribadinya. Dia berdalih menggunakan uang itu untuk kesejahteraan pegawainya.

“Yang pertama, satu rupiah pun saya ndak pake uang itu, itu untuk kesejahteraan,” ujar Bambang dengan suara lemah.

Sedang untuk tuduhan kedua mengenai kisruh kredit koperasi karyawan PD Pasar Surya dari BRI, Bambang menambahkan, tidak juga menggunakan uang ini. Dia mengaku keseluruhan uang sebesar Rp. 13,4 Miliar ini digunakannya untuk dana operasional PD Pasar. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *