Masjid DPRD Dibongkar, Ketua GP Ansor Akan Surati Risma

oleh
Ketua GP Ansor Kota Surabaya, HM Faridz Afif.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pembongkaran masjid di komplek gedung DPRD Kota Surabaya menuai kritikan dari Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya, HM Faridz Afif.

Afif mengaku mendapat keluhan dari sejumlah masyarakat yang bingung saat akan melaksanakan ibadah sholat. Padahal sehari-hari mereka biasa sholat di masjid tersebut.

“Terlebih pada hari Jumat, ke mana masyarakat akan melaksanakan sholat Jumat. Seharusnya pemkot bijak dengan merelokasi fasilitas ibadah itu sebelum membongkar masjid,” tegas Afif, Selasa (24/10/2017).

Afif menyebutkan, dalam waktu dekat akan mengirim surat kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Intinya meminta Risma segera menyiapkan fasilitas ibadah sementara, sampai bangunan masjid yang baru selesai di bangun.

“Jangan sampai pembangunan gedung baru mengorbankan ibadah masyarakat,” tegas alumnus pasca sarjana Unair ini.

Afif berharap, nantinya bangunan masjid yang baru harus lebih besar dari yang sudah dibongkar. Karena idealnya, harus seimbang antara bangunan perkantoran dan ruang pribadi anggota dewan dengan masjid yang ada di lingkungan tersebut.

“Setidaknya, pemkot bisa mencontoh Pemprov atau DPRD Jawa Timur, yang memiliki tempat ibadah cukup representatif,” harapnya.

Orang nomor satu di GP Ansor Kota Surabaya ini mengingatkan, jangan sampai nantinya masjid yang baru di bangun di basement atau di lantai parkir seperti yang banyak terdapat di mal maupun pusat perbelanjaan.

“Harus di lantai tersendiri dan harus lebih bagus dari bangunan fisik masjid yang lama. Kalau masjidnya bagus, insya Allah, ibadahnya lebih khusyu,” imbuh Afif.

Mantan Wakil Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini juga mengkritik, rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya yang dinilai mubazir alias pemborosan. Karena faktanya, selama ini anggota dewan jarang berada di kantor. Padahal domisili mereka umumnya di Kota Surabaya.

“Harapan kami, dengan bangunan baru yang megah nanti, anggota dewan lebih betah berada di kantor. Dengan begitu, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi lebih mudah menemui wakilnya tersebut,” pungkas putera mantan anggota DPRD Kota Surabaya, Ali Yakub tersebut. (bmb/gbi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *