Masuki Akhir Tahun, Serapan Anggaran di Sejumlah OPD Ternyata Masih Rendah

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vincensius menyoroti masih rendahnya serapan anggaran di sejumlah OPD.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Serapan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas APBD Kota Surabaya, ternyata masih sangat rendah. Hingga memasuki bulan Nopember, ternyata masih ada OPD yang serapanya baru mencapai 50 persen.

Beberapa OPD yang serapan anggaran baru mencapai 50 persen diantaranya, Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRPCKTR), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Untuk DPRPCKTR, yang dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2017 mendapat tambahan Rp. 903.5 miliar ternyata hingga kini baru terserap Rp. 37.6 miliar. Dari sejumlah OPD, tercatat hanya Dinas PU Bina Marga dan Pamatusan (DPUBMP) yang mengalami peningkatan.

“Jika dipersentase hanya terserap 41.6 persen,” kritik anggota Komisi C (pembangunan) DPRD Kota Surabaya, Vincensius, Senin (13/11/2017).

Tidak hanya itu, berdasarkan data yang ada di Komisi C sampai bulan Oktober serapan APBD untuk tahun 2017 ternyata juga lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2016. Padahal untuk bulan yang sama pada 2016, serapan anggaran mencapai 61 persen.

Menurut Vincensius, pada PAK APBD 2016 DPRPCKTR juga menerima tambahan anggaran Rp. 554.5 miliar. Dari total anggaran tersebut, waktu itu serapanya mencapai Rp. 338.5 miliar.

“Memang pada tahun ini penyerapan anggaran APBD 2017 ini mengalami penurunan secara angka. secara head to head pada tahun 2017 ini DPRPCKTR tertinggal 20 persen dalam penyerapan anggaran belanja APBD 2017 ini,” ungkap Awey, sapaannya.

Awey menjelaskan, penambahan anggaran dalam PAK APBD 2017 di DPRPCKTR pada tahun ini, karena adanya penambahan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya dipegang oleh Dinas PU Bina Marga. Salah satunya proyek pavingisasi.

“Pengalihan pembangunan ini membuat DPRPCKTR mendapatkan peningkatan anggaran cukup besar di tahun 2017,” imbuh politisi yang dikenal vokal ini.

Selain DPRPCKTR, politisi dari Partai Nasdem juga menyoroti serapan di Dinas Perhubungan ( Dishub ) Kota Surabaya. Dari total alokasi anggaran yang disediakan sebesar Rp. 265,6 Milyar terserap Rp. 108 miliyar, atau hanya terserap 40.68 persen.

Sedangkan pada tahun 2016 senilai Rp. 191.7 miliar dan terserap 123 Miliar atau 64,2 persen. Dimana pada tahun 2017 ini penyerapan Dishub kota Surabaya juga mengalami penurunan 24 persen.

DKRTH juga mengalami penurunan dalam penyerapan APBD 2017. Dari total anggaran Rp.627,8 Miliar terserap 400.6 Miliar atau 63.8 persen. Sementara pada tahun 2016 dari total anggaran Rp. 581.6M, terserap Rp.397.3 Miliar atau 68,3 persen.

“Dinas KRTH ini masih tertinggal 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Penurunan penyerapan anggaran juga dialami DLH. Pada tahun 2017 DLH mendapatkan anggaran Rp. 12,8 miliar dan baru terserap Rp. 8.5 milyar, atau 66,7 persen. Sedangkan pada tahun Rp. 14.9 Miliar dan terserap Rp. 11,6M atau 77,5 persen.

“Yang membuat kita heran, untuk tahun 2017 ini DLH mengalami penurun anggaran,” sesal Awey.

Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) yang tercatat salah satu OPD yang mengalami peningkatan dalam serapan anggaran kenaikanya ternyata juga tidak terlalu signifikan. Dari total anggaran Rp. 1.058 triliun terserap 438.3 milyar atau 41,4 persen.

“Pada tahun lalu Dinas PU menerima anggaran Rp. 1,263 triliun dan terserap Rp. 499 milyar atau 39,5 persen,” sebut Awey.

Untuk diketahui, pada tahun 2017 ini anggaran untuk Dinas PU Bina Marga dan Pematusan ini mengalami penurunan karena dalam bidang pembangunan infrastruktur pembangunan pemukiman ini sudah beralih ke DPRPCKTR. (bmb/gbi)